Minggu, 29 Juli 2018

Indofood Riset Nugraha (IRN)

Diposting oleh nuri rachmayani di 09.32
Assalamu'alaikum
Apa kabar temen-temen semua? semoga ketika baca tulisan ini kalian dalam keadaan sehat dan semangat ya :)

Nah kali ini aku mau sharing tentang Indofood Riset Nugraha atau yang biasa disingkat IRN.
IRN merupakan beasiswa penelitian bagi mahasiswa S1 yang ingin melaksanakan tugas akhirnya. Jadi, kalau di jurusan/departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, mahasiswanya bebas memilih tugas akhir apa, penelitian atau magang. 

Penelitian juga ada beberapa jenis:
1. penelitian ikut project dosen
2. penelitian dengan biaya dan topik sendiri
3. penelitian dengan topik sendiri tapi biaya dari perusahaan atau beasiswa.



Penelitian project dosen topiknya dari dosen, dan biasanya dikerjainnya gak sendirian. Jadi satu project bisa dikerjakan oleh beberapa orang, bahkan bisa saja dikerjakannya bukan hanya oleh mahasiswa S1, namun juga S2 dan S3. Mungkin bisa dibedakan dari segi perlakuan atau sampelnya. Tergantung instruksi dan arahan dari dosen. Plusnya, karena ini project dosen, jadi kita gak perlu pusing-pusing mikirin topik penelitian. Tapi tetep untuk bikin proposal dan untuk pembahasan di skripsi juga butuh banyak mikir ya... hehehe. Trus biaya penelitian mulai dari pemakaian alat hingga bahan penelitian di cover oleh dosen. Tapi kadang ada juga yang harus pakai uang sendiri dulu baru nanti diganti. Kita juga bisa belajar banyak hal baru, karena biasanya project dosen itu topiknya jauh lebih sulit dari topik penelitian mahasiswa S1. Tapi pasti nanti dibimbing kok sama dosennya. Ya iya atuh yaaa wkwkwkw.. Minusnya (bukan minus juga sih, tapi kadang ini bisa jadi sisi yang gak enaknya hehe)... Karena ini project dosen, jadi kita harus ngikutin alur yang dikasih dosen. Lama waktu penelitian gak bisa kita tentuin. Bisa aja sih, tapi seringnya kita yang ngikutin alur penelitian dari dosen. Semua ada plus minusnya kok, tergantung bagaimana kita menjalani dan menyikapinya :)




Penelitian dengan biaya dan topik sendiri. Jadi ini murni ide mahasiswanya dan biaya pemakaian alat, bahan, lab, dll ditanggung mahasiswa tersebut. Tapi tetep dirahkan dan dibimbing oleh dosen pembimbing skripsi. Tapi sebenernya untuk penelitian jenis ini paling aku hindarin. hehehe kenapa? Karena berdasarkan yang sudah-sudah, penelitian di departemen ITP gak murah dan gak sebentar. Se sebentar-sebentar nya diatas 4 bulan. Tapi balik lagi tergantung masing-masing orang ya... Kalo emang simpel dan gak butuh banyak biaya dan waktu, serta tingkat kemungkinan data jelek/ gagal kecil, gapapa kok boleh di coba :). Plusnya, kita bisa berkreativitas dengan ide/ topik penelitian yang kita rumuskan sendiri, tentunya dengan persetujuan dan bimbingan dosbing yaaa..




Nah.... yang ketiga, ini yang mau aku ceritain lebih banyak. Yup, penelitian dengan topik sendiri, namun biaya dari perusahaan atau beasiswa. Yang aku tau, tiap tahunnya ada dua industri pangan yang ngadain beasiswa penelitian, yaitu Indofood dan Nutrifood. Tapi mungkin ada banyak perusahaan lain yang juga memberikan beasiswa penelitian, tapi akunya gak tau hehehe.





Alhamdulillah aku salah satu penerima beasiswa penelitian dari PT Indofood Sukses makmur Tbk. tahun 2016/2017, yaitu program Indofood Riset Nugraha (IRN). Tema penelitian IRN yaitu "Mencerdaskan Bangsa Melalui Kemandirian Pangan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal secara Berkelanjutan". Bentuk programnya yaitu bantuan dana penelitian dalam rangka tugas akhir bagi mahasiswa S1 (perorangan), dan ada juga penelitian khusus. Hanya untuk S1 ya..




Ada banyak fokus komoditi dalam program IRN ini, yaitu:

  • jagung
  • gandum,
  • aneka umbi (ubi kayu, ubi jalar, garut, ganyong, kentang, dll)
  • pisang
  • kelapa dan kelapa sawit
  • kedelai
  • sagu
  • rempah-rempah
  • daging dan susu
  • serta komoditi lokal unggul lain yang sesuai

Ada beberapa contoh topik yang bisa kita ambil, seperti:
  • agro dan teknologi perikanan
  • teknologi produksi
  • sosial, ekonomi, dan budaya
  • gizi dan kesehatan masyarakat

Alur proses mengikuti IRN yaitu:

1.     Penerimaan proposal
2.     Compile data
3.     Seleksi administrasi
4.     Seleksi isi
5.     Rapat dewan pakar
6.     Pengumuman
7.     Seremoni TTD kontrak
8.     Audit tahap I
9.     Audit tahap II

Jadi, waktu semester 6 akhir, aku liat poster tentang beasiswa penelitian Indofood Riset Nugraha. Setelah itu aku tertarik dan berkonsultasi dengan dosbing. Aku memang ingin penelitian asal didanai, bisa dengan project dosen atau beasiswa. Kalau tidak didanai, aku berfikir lebih baik ambil tugas akhir magang di industri pangan hehehe. Saat berkonsultasi dengan dosen, aku masih belum memiliki topik penelitian. Akhirnya dosbing menyarankan aku untuk pergi ke perpustakaan fakultas untuk membaca-baca skripsi kakak tingkat dan menelususri bagian "saran penelitian" agar mendapatkan ide/topik. Karena biasanya di kolom saran tertulis apa yang kurang dari penelitian tersebut dan saran untuk penelitian selanjutnya. Jadi tipsnya, rajin-rajin ya ke perpustakaan karena banyak sekali ilmu disana :)



Setelah mendapatkan ide dan topik penelitian, aku kembali berkonsultasi dengan dosen, dan akhirnya aku diizinkan untuk mulai membuat proposal penelitian. Kurang lebih satu bulan aku membuat proposal penelitian. Aku memilih komoditi umbi dan kedelai dengan mengambil topik bidang penelitian gizi dan teknologi pangan. Saat itu aku ingat sedang musim liburan semester. Ibu dan bapa sudah berkali-kali menyuruhku untuk segera pulang ke rumah, tapi aku menundanya karena ingin menyelesaikan proposal sebelum pulang. Namun ternyata membuat proposal penelitian bukan hal yang mudah buatku. Akhirnya aku memilih untuk pulang ke rumah dan menyelesaikannya di rumah. 


Proposal yang aku ajukan ditolak oleh dosen pembimbingku. Katanya terlalu sulit untuk dilakukan dan alat yang dibutuhkan tidak tersedia di kampus. H-1 minggu DL pengumpulan proposal, aku membuat ulang proposal penelitian. Aku ingat, selama seminggu itu aku benar-benar merasa seperti zombi. Aku mengerjakan proposal seharian full, tidur jam 4 atau jam 5 pagi, lalu bangun lagi jam 7. Mandi sehari hanya sekali, makan juga hanya sekali karena aku benar benar dikerjar DL. Selama seminggu itu aku bolak-balik ke kampus untuk bimbingan, revisi, bimbingan, revisi. Aku sempat hampir putus asa, dan menangis kepada ibu ketika di telpon. Aku bilang ke ibu kalau aku mau berhenti dan tidak jadi ikut IRN karena aku merasa kesulitan dengan waktu yang tersisa. saat itu masih libur semester, jadi di kosan hanya ada 3 orang yang tersisa. Aku harus memberanikan diri tinggal dikosan yang sepi, dan berjuang dengan proposal penelitianku. wkwkwk lebay. Di hari terakhir pengumpulan, ketika aku telah mendapatkan ttd dosen pada lembar pengesahan, aku menghadapi masalah lagi karena dekan dan wakil dekan bidang akademik sedang tidak ada. Aku panik karena hari sudah sore dan aku harus segera mengirimkannya agar mendapatkan cap pos pada hari itu juga, hari terakhir pengumpulan proposal IRN. Beberapa kali aku naik turun tangga bolak balik ke dekanat (lantai 2) dan tempat print (lantai 1). ketika aku bolak balik sambil panik, beberapa kali aku berpapasan dengan seorang dosen, aku belum familiar saat itu, dan ternyata beliau adalah wakil dekan bidang sumber daya. Beliau menyapaku dan menanyakan kenapa aku terlihat panik lari sana sini.  Aku menjelaskan secara singkat apa yang sedang terjadi dan akhirnya beliau menawarkan untuk menandatangani proposalku. Alhamdulillah... selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Bahkan beliau memberikan kartu namanya. hehehe

Seminggu setelah mengumpulkan proposal, aku melihat pengumuman bahwa DL diperpanjang sampai hampir 1 bulan. Huffff Aku kesal sesaat, tapi ya mau gimana lagi. Alhamdulillah bersyukur aja dengan semua yang udah dilakukan :') Jujur, aku merasa proposalku belum maksimal tapi ya, sudahlah aku sudah mencoba semaksimal mungkin. Setelah itu aku hanya pasrah. Aku selalu berdoa, jika memang aku mampu penelitian di semeter 7 (sambil kuliah juga) dan masih bisa bahagia, semoga Allah memberikan kesempatan aku untuk lolos. Aku pengen banget dapet IRN, tapi kalo aku gak mampu penelitian sambil kuliah, gak papa gak dapet juga. Intinya pasrah setelah berusaha bikin proposal sebaik mungkin. Karena kuliah sambil penelitian itu menurut aku gak mudah, jadi ya aku mikir-mikir lagi juga hehehe.

Haru itu, aku lagi sedih banget karena dikecewain sama orang, trus dari pada sedih terus aku milih tidur. Pas lagi tidur, aku kebangun karena ada telpon masuk dari Indofood dan kasih kabar aku lolos IRN. Masyaa Allah senengnyaaaaa.... banget. heheheh Alhamdulillah Allah teh baik banget, kasih kabar gembira disaat lagi sedih. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah :) 

Petualangan baru dimulai! pertama, aku kasih kabar ke dosen pembimbung kalo aku lolos, trus mulai ngurus surat izin lab, bikin rancangan kerja penelitian, bikin borang penggunaan alat dan bahan, dll. dan semua itu aku lakukan dengan segala keriwehan yang ada. Waktu itu, baru beberapa orang yang mulai penelitian jadi ya lab nya masih sepi hehhe. Jadi nge lab nya bareng sama kaka S2 S3.

Oiya, tahap awal setelah lolos IRN, semua peserta yang lolos akan diundang ke acara  Penandatanganan Kontrak IRN. Acaranya 2 hari (waktu itu di Sala Tiga). Disana, kita akan mengikuti prosesi resmi penandatanganan kontrak IRN bersama pihak Indofood dan para tim pakar. Tim pakar itu terdiri dari ahli pangan dan dosen-dosen dari berbagai universitas yang menilai proposal kita dan yang akan menilai kita selama mengikuti IRN. Di acara itu, kita juga dapet coaching langsung dari tim pakar, materinya tentang cara melakukan penelitian dengan baik, jujur, cara mengolah data, presentasi, hingga penyusunan jurnal. Setiap peserta wajib mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk jurnal, baik jurnal nasional maupun internasional.  Seru banget acaranya, karena banyak juga games-games seru, ketemu sama semua penerima beasiswa IRN dari sabang sampai merauke, di liput sama berbagai media, dan dapet pelatihan. Semua biaya transportasi dan penginapan ditanggung oleh Indofood, bahkan kita dapet uang saku juga loh :). Di dalam kontrak tertulis kalau kita akan menerima biaya penelitian dalam 3 tahap. tahap pertama 30%, kedua 40%, ketiga 30% dari total biaya yang kita terima. Alhamdulillah total biaya penelitian yang aku dapat 15.000.0000 dari total biyaa yang aku ajukan di proposal sebesar 20.0000.0000. itu kenapa aku gak mau penelitian pakai biaya sendiri. kalau ada kesempatan beasiswa, kenapa gak dicoba ya kan? hehehe. Oiya, di proposal, kalian harus bener-bener jelas ya dalam merinci biaya yang dibutuhkan. Jangan dibuat-buat karena pihak Indofood udah bertahun-tahun ngadain IRN ini, jadi bakal ketauan mana yang biayanya mengada-ada, mana yang jujur. Daaaaan, jangan pengen semua biaya yang kamu ajukan akan di acc 100%. karena ini kan bantuan dana penelitian, jadi ya bukan berarti akan di cover semuanya :). Tapi biasanya kalo biaya yang diajukan kecil, bakal di cover semua juga sih hehehe. Setelah rangkaian penandatangan kontrak selesai, aku dan teman-teman memutuskan untuk berkeliling Semarang sembari menunggu jadwal keberangkatan kereta..
Prof Purwiyatno Hariyadi (kiri) Wakil ketua Tim Pakar IRN, Prof FG Winarno (kanan) Ketua Tim Pakar IRN

ini setelah main game, kelompok 4 menang yeaaay!

temen sekamar waktu penandatanganan kontrak :)

Selesai acara, kita travelling keliling Semarang :)

Oke, setelah itu, akan ada dua kali audit. Audit adalah saat dimana kamu harus mempresentasikan hasil penelitian kamu di depan tim pakar. selain presentasi, kamu juga bakal ditanya-tanya (di uji pengetahuannya) tentang penelitian kamu. Jadi harus banget belajar dulu karena ibaratnya mah bakal di sidang wkwkwk.

Audit 1 IRN
Audit 1 ini diadakan beberapa bulan setelah penandatanganan kontrak. Tempatnya waktu itu di..... wait aku lupa wkwkwk (tetep ya, transport, makan, nginep ditanggung Indofood + dapet uang saku). Mau gak mau emang harus mulai penelitian di semester 7 karena ketika audit 1, penelitian kita harus udah mencapai 50%. Tapi dimaklumi kok kalo belum 50% dengan alasan yang jelas. Waktu itu aku baru sekitar 30-40% karena kendala bahan baku. Bahan baku yang aku gunakan (Ubi jalar ungu varietas Antin 3) baru dikembangkan di Balitkabi Malang, dan setelah aku menghubungi pihak Balitkabi, ternyata lagi gak musim jadi aku berjuang dapetin ubi jalarnya sampai menghubungi beberapa petani ubi jalar ungu Antin 3 di Malang. Sampe-sampe dosen menyarankan aku untuk datang ke Malangnya langsung tapi gak bisa karena aku kan ada kuliah. setelah berjuang sampe nangis-nangis Alhamdulillah dapet dan cuma dapet 8 kg. itu artinya aku harus berusaha dengan 8 kg itu harus cukup sampai berakhirnya rangkaian penelitian ini. Pelajaran yang bisa diambil, Ketika membuat proposal penelitian, pastikan dulu bahan baku dan semua bahan pendukung tersedia dan mudah didapat. jangan sampai malah menghambat jalannya penelitian.
Back to Audit 1, aku dapet giliran presentasi pertama, daaaaan tim pakar yang menilai aku salah satunya adalah Bapak Prof. FG Winarno (Bapak Teknologi Pangan Indonesia). Selama ini nama beliau sering aku tulis di daftar pustaka laporan penelitian dan buku-buku beliau selalu menemani perkuliahan di teknologi pangan. Degdegan? Iya. Takut? Iya. Pengen nangis? iya wkwkwkwk. Jadi, dari keseluruhan peserta, dibagi menjadi 3 ruangan audit. masing-masing ruangan terdiri dari 3 tim pakar yang akan menilai dan memberikan pertanyaan ketika peserta presentasi. Masing-masing peserta harus presentasi sejelas-jelasnya, isinya tentang sudah sejauh mana penelitiannya, mana hasilnya, dan apakah ada kendala. Waktu itu, Alhamdulillah aku bisa presentasi dengan lancar. Tapiiii jawab pertanyaannya gak lancar wkwkwkk. Prof FG Winarno bertanya terkait serat pangan dan aku lupa. Padahal materi itu baruuu aja dipelajari beberapa bulan lalu. Karena grogi dan emang kurang belajar, jadilah jawabnya terbata-bata. hehehe. Gapapa, berarti harus belajar lagi :) 
Oiya, waktu Audit 1, bertepatan dengan UAS smester 7. kebayang kan gimana riwehnya. Jadi setelah audit 1 selesai, aku dan teman-teman langsung menuju bandara dan belajar untuk UAS esok hari. Kami ambil penerbangan malam dan sampai Jakarta sekitar jam 12an malam. Nah, nanti beberapa hari setelah Audit 1, akan ada pengumuman lolos enggaknya kita ke tahap selanjutnya. Kalo lolos, nanti dana selanjutnya akan cair dan tetep jadi anak IRN, tapi kalo gak lolos dana selanjutnya gak akan cair dan putus hubungan dengan IRN (wkwkwk kaya putus hubungan sama nyamuk. krikk krikk). Lolos enggaknya ditentuin dari hasil penilaian dan rapat tim pakar. Jadi, persiapkan audit dengan baik dan lakukan penelitian dengan baik. Tentang hasil penelitiannya sesuai hipotesis awal atau ngga, gak masalah. kalo misal gak sesuai dengan hipotesis awal, selama kalian bisa menjelaskan secara benar penyebabnya, its ok... :)

Audit 2 IRN
Nah, di audit 2 ini kalian harus udah 100% selesai penelitiannya. jadi yang kalian presentasiin itu adalah hasil penelitian secara keseluruhan, lalu simpulkan apakah hasilnya sesuai dengan hipoteses, apakah tujuan penelitiannya terjawab. Audit 2 waktu itu berkesan banget buat aku. walaupun lagi lagi dapet jadwal presentasi pertama (kenapa yaaa selalu pertama padahal diacak lagi dari audit 1, tapi tetep aja pertama), tapi Alhamdulillah lancar presentasinya, dan bisa jawab pertanyaan dengan baik. wlaupun ada pertanyaan yang aku gak bisa jawab karena itu diluar penelitiam, gak papa aku tetep seneng hehehe. Tapi sedih juga karena itu momen terakhir sama temen-temen IRN. Kita banyak foto foto dan travelling bareng setelah audit selesai. Waktu itu tempatnya di Jogja, hotelnya pas banget di Malioboro. Jadi setelah audit, aku dan teman teman melanjutkan petualangan di Jogja. (Ya Allah nulis ini jadi pengen travelling lagi. Bismilla semoga impian aku travelling ke banyak tempat, ketemu banyak orang baru, dapet banyak pelajaran dan pengalaman hidup, bisa terwujud ya. Aaaamiiiin). 

Aku selalu seneng setiap dapet name tag. acara apapun :)

Sebelum presentasi, degdeagn tapi yasudahlah :D

Nah, setelah Audit 3, lalu apa? Kita harus membuat jurnal dari hasil penelitian kita dan harus terbit jurnalnya. Syarat untuk pencairan dana terakhir itu, harus lolos audit 2, mengirimkan skripsi, poster penelitian, dan jurnal ilmiah ke pihak Indofood.
Bersama Ibu Winarti, R&D Indofood, sekaligus tim pakar yang menilaiku.


Oiya, ketika penelitian, kita juga dapet Log book penelitian. Log book ini digunakan untuk menulis setiap kegiatan yang berhubungan dengan penelitian termasuk diskusi dengan dosen, juga harus ditulis. dan setiap halamannya harus di tanda tanganin dosen pembimbing. Jadi, ngisi log booknya janga dadakan pas mau audit ya... harus diisi setiap kita melakukan penelitian. data hasil penelitian juga ditulis disitu.

Berikut dokumentasi keseruan travelling di Jogja seusai Audit 2 (masing-masing dari univ yang berbeda, dan seru banget main sama mereka :)
Alun Alun Jogja :)
Tugu Jogja :)
Dari kiri ke kanan uin-ipb-ub-itb
punya temen dari beda univ itu rasanya menyenangkan, bisa sharing banyak hal dari banyaknya perbedaan di kampus masing-masing :)

Nah, jadi segitu dulu mungkin yang aku share di postingan kali ini. Semoga ada manfaatnya ya... Ambil baiknya, buruknya jangan. hehehe

Tetap semangat dalam mencapai impian dan target-target hidup kita. berusaha sebaik mungkin, berdoa dan serahlan semua hasil pada Allah, karena Dia lah yang maha kuasa dan maha mnegetahui yang terbaik bagi hambanya.


Wassalamu'alaikum :)
Salam, Nuri.



1 komentar:

  1. hai kak nuri, seneng bgt baca cerita kak nuri. saya dr undip kak dan tertarik utk mengajukan proposal ke IRN 2019-2010. kalo ada waktu boleh tanya2 kak dan via apa ya?

    BalasHapus

 

NURI RACHMAYANI Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea