Assalamu'alaikum...
Haiiii semuaaaaaaa :)
Ini tulisan pertama
aku di tahun 2019 dan yeaaay kusenang! hehehe. Akhirnya semangat untuk nulis
kembali muncul. Sebenernya akhir bulan Desember 2018 aku sempet bikin sesi
sharing di IG story buat cari inspirasi kira-kira menurut temen-temen next-nya
apa yang harus aku tulis/sharing di blog, dan Alhamdulillah banyak banget request dari
temen-temen semua. Makasih ya... semoga request-nya bisa aku
realisasikan kedalam tulisan. Aaamiiin.
Sebelum aku tulis request-an temen-temen, aku pengen sharing dulu nih tentang sesuatu yang lagi hits diawal tahun. Yes, RESOLUSI. Gimana? apakah di awal tahun ini kalian termasuk kelompok yang bikin resolusi 2019? Kalo iya, tahun ini pertama kalinya atau memang setiap tahun bikin resolusi? Truuss coba inget-inget, dari sederet resolusi yang pernah kalian buat, apakah sudah tercapai? Seberapa konsisten kalian melakukan usaha untuk mewujudkan resolusi tersebut? dan seberapa sering kalian tengok ulang resolusi tahunan itu? apakah tiap bulan kalian mereview segala usaha yang dilakukan demi terwujudnya resolusi itu, atau malah bulan kedua aja kalian udah lupa sama apa yang pernah kalian tulis sebagai "Resolusi Tahun Baru" ????
Sebelum aku tulis request-an temen-temen, aku pengen sharing dulu nih tentang sesuatu yang lagi hits diawal tahun. Yes, RESOLUSI. Gimana? apakah di awal tahun ini kalian termasuk kelompok yang bikin resolusi 2019? Kalo iya, tahun ini pertama kalinya atau memang setiap tahun bikin resolusi? Truuss coba inget-inget, dari sederet resolusi yang pernah kalian buat, apakah sudah tercapai? Seberapa konsisten kalian melakukan usaha untuk mewujudkan resolusi tersebut? dan seberapa sering kalian tengok ulang resolusi tahunan itu? apakah tiap bulan kalian mereview segala usaha yang dilakukan demi terwujudnya resolusi itu, atau malah bulan kedua aja kalian udah lupa sama apa yang pernah kalian tulis sebagai "Resolusi Tahun Baru" ????
Tulisan kali ini
terinspirasi dari IG story kak Fellexandro Ruby (@fellexandro) yang membahas tentang
"Resolusi Tahun Baru". Terimakasih banyak untuk kak Ruby yang udah
sharing tentang hal yang sangat bermanfaat dan juga udah izinin aku untuk
repost dalam bentuk tulisan yang sekarang lagi temen-temen baca. Aku coba share
disini ya... sekalian kita belajar bareng :)
Kak Ruby memaparkan bahwa menurut Journal Of
Clinical Psychology 58 (2002), 1 dari 3 resolusi tahun baru gugur saat memasuki
bulan ke-2. Kok bisa? Bisa banget, tanpa kita sadari! Aku sendiri termasuk
orang yang rajin bikin resolusi tahun baru (sebenernya gak harus tahun masehi,
tapi untuk memudahkan aja). Gak semua resolusi tahunanku tercapai, tapi
Alhamdulillah ada juga yang tercapai dan ketika aku ceklis resolusi yang telah
tercapai, rasanya beuuuh MasyaaAllah seneng pisan. Rasanya pengen ngaca, trus
bilang "good job ama! makasih ya :)" wkwkwk. Gak papa lah lebay
dikit, apseriasi ke diri sendiri gak salah kan hehe. Tapi ya itu tadi.... masih
banyak juga yang belum tercapai. Nah ini nih yang bakal kita bahas. Kenapa sih kok banyak
yang gak tercapai? atau kenapa sih kok susah buat konsisten sampe bulan kedua
aja udah lupa sama resolusi sendiri?
Coba tengok, ketika
kita bikin resolusi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebagai kunci
atau pondasi dalam membuat dan merealisasikan Resolusi tersebut.
1. FOKUS
Percayalah,
setiap orang punya kapasitas yang berbeda-beda. Ada yang bisa melakukan banyak
hal dalam satu waktu, ada yang tidak. Gak masalah, hargai potensi diri dan tetap fokus lakukan apa yang
kita bisa. 1-2 asal fokus dan dilakukan semaksimal mungkin itu jauh lebih baik
dari pada 10 tapi gak ada yang selesai dengan hasil yang signifikan. Atau bisa juga kita bikin 12 resolusi dalam 1 tahun, dimana tiap bulan kita fokus ke 1 resolusi. Boleh-boleh aja, asal fokus!
2. SPESIFIK
Yuk kita belajar
menspesifikan resolusi kita. Aku pernah denger cerita ada
seorang laki-laki yang selalu berdoa ingin memiliki istri solehah, dan kemudian
dia menikah dengan seseorang yang bernama solehah. Ada juga seorang perempuan
yang menginginkan pasangan yang bertato agar terlihat keren, dan ketika dia
dipertemukan dengan pasangannya, ternyata memang bertato, tapi alisnya.
Wkwkwkk. Oke back to the topic, buat
se-spesifik mungkin!
Kenapa harus spesifik? Karena akan muncul banyak alasan untuk mentoleransi resolusi kita sebelum waktunya habis dan membuat kita malas mencapainya. Misal bikin resolusi tahun 2019 harus punya tabungan. trus ketika kalian gak bisa konsisten jaga cashflow keuangan dan terus-terusan boros, di bulan ke 11 kalian lihat ditabungan cuma ada Rp 10.000 misalnya, akhirnya kalian dengan mudahnya bilang "gakpapa deh resolusinya kan punya tabungan, walaupun hanya Rp 10.000". Hmmmmmm.....-_-
Kita harus bisa
membedakan mana yang termasuk goal,
makan yang bukan. Contohnya seperti dibawah ini :
NOT A
GOAL
|
GOAL
|
Lebih dekat dengan Allah
|
Membaca Al Quran 1 hari 1 Juz, setiap hari, mendawamkan sholat sunnah Rawatib.
|
Mau punya kamera
| Punya kamera Canon G7 x atau G7 x ii |
Mau punya pekerjaan baru
|
Mau punya pekerjaan baru yang incomenya naik, punya
kesempatan nambah ilmu managerial &
food tech, lingkungannya baik dan bossnya asik
|
Jadi YouTube Content Creator
|
Rutin upload video YouTube 2 minggu sekali seputar
vlog, beauty, food talk,
tips&sharing
|
Jadi Blogger
|
Rutin upload tulisan di blog 2 minggu sekali
seputar lifestyle
|
3. MAKE IT PUBLIC
Biasanya kalau
resolusi itu hanya kita dan Tuhan yang tau, kita bakal ngerasa tenang-tenang
aja, selow, santai, tanpa harus mikirin malu atau pertanggungjawaban kalau gak
tercapai. Beda dengan kalau kita mengumumkan resolusi kita di sosial media,
atau minimal ada orang lain yang tau akan resolusi kita dan bersedia bawelin
kita kalau resolusinya belum tercapai. Bayangin kalian bikin status di media
sosial tentang resolusi kalian, pasti akan ada rasa malu kalau gak tercapai.
Ada rasa "duh, nanti dibilang om-do, dibilang pencitraan doang" atau
lebih parahnya malah resolusi kita jadi direndahin sama orang lain yang baca,
dan ketika kita bikin resolusi baru orang-orang akan bilang "gak
mungkin..... nanti paling gak tercapai lagi" dan lain sebagainya. Nah
sebelum itu semua terjadi, setelah make
it public, pasti akan muncul semangat untuk melakukan usaha-usaha agar
resolusi tidak lagi hanya hayalan semata.
4. MAKE IT CHALLENGE
Bikin challenge untuk
diri sendiri! Kadang kita suka susah untuk melakukan sesuatu meskipun tujuannya
untuk kebaikan kita, tapi ketika mendapatkan challenge atau ditantang orang,
maka ego kita akan bangkit seakan-akan harus melakukan usaha untuk pembuktian
diri. Nah rasa ingin membuktikan bahwa kita mampu membuat impian jadi nyata
inilah yang harus kita tumbuhkan pada diri kita, salah satunya dengan cara make it challenge. Karena ketika kita
merasa tertantang, optimisme akan tumbuh, mindset kita akan mengarahkan kita
akan keyakinan "aku pasti bisa".
5. KNOW YOUR WHY
Pahami kenapa kamu membuat resolusi itu? kenapa kamu melakukan hal
itu? Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa jadi semangat ketika datang rasa
malas atau alasan-alasan yang menghambat tercapainya resolusi yang udah susah
payah kalian buat. Contohnya, aku pengen tahun 2019 rutin upload tulisan blog 2
minggu sekali. why? karena aku pengen bisa lebih banyak sharing, lebih banyak
menebar manfaat lewat tulisan yang aku buat, serta lebih banyak mengasah otak
untuk bisa bikin konten yang menarik dan bermanfaat tentunya.
Jadi gimana? Apakah kalian yakin resolusi tahun 2019 yang udah
dibuat akan tercapai? Harus yakin dong! Tapi coba tinjau dulu poin-poin diatas
agar taraf keberhasilan resolusi kalian semakin meningkat dan meyakinkan. Yuk
Semangat! Aku doakan semoga apapun resolusi yang kalian buat untuk tujuan
kebaikan dapat tercapai, dan semakin hari bisa menjadi pribadi yang lebih
bermanfaat bagi banyak orang. Terimakasih udah baca tulisan ini, dan
terimakasih banyak untuk Kak Ruby.
Salam, Nuri :)