Sabtu, 16 Februari 2019

ketika dia mendekat

Diposting oleh nuri rachmayani di 06.37 2 komentar

Assalamu’alaikum
Hai semua.. apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia ya.. Aaamiiin
Udah lama aku gak nulis blog. Hehe aku lagi berjuang ngembangin channel YouTube aku dengan rutin upload 1 video perminggunya. Harusnya aku juga upload tulisan di blog 2 minggu sekali, tapi belum terlaksana. Mohon doanya ya biar konsitsen dan seimbang antara Youtube dan Blog. Kenapa aku ngeblog dan ngeYouTube? Simple. Karena aku suka. Menurutku, selagi itu positive, apalagi kalo menyenangkan dan aku suka, kenapa enggak? Hehe. Karena ketika tua nanti mungkin video dan tulisanku bisa jadi inspirasi untuk anak dan keluargaku kelak. Aamiiin.

cinta…
tak ada satupun insan, yang mampu menolaknya
cinta…
cukup dirasakan, tak perlu dimiliki
biarlah cinta datang diwaktu yang tepat, saat dua insan halal tuk bersama
biar Tuhan pilihkan yang terbaik untukmu
yang harus kau lakukan jadilah wanita hebat
wahai muslimah kau terlalu indah, kau terlalu berharga, untuk kekasih yang belum pastiii
jadilah seperti bintang bersinar dikegelapan
jadilah emas yang berharga

Yup… kurang lebih itulah lirik lagu Bella Almira yang sampe sekarang masih suka kunyanyiin hehehe. Selain lagunya enak, liriknya juga bagus.

Ngomongin cinta emang selalu jadi topik yang menarik dikalangan masyarakat, terlebih anak muda. Bukan, bukan cinta terhadap orang tua, tapi cinta terhadap seseorang yang belum jadi mahramnya.

Sebagai perempuan, secara manusiawi akupun pernah punya rasa itu, tapi lebih sering aku pendam karena takut kecewa. Dulu aku belum paham kenapa kita harus menahan diri. Yang aku tau, aku menahan diri agar disayang Allah. Ya, sebatas itu. Tapi ternyata, justru menahan diri itu sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri. Menjaga kita, melindungi diri kita, dan mengajarkan kita tentang apa itu sabar.

“Menikah”. Selalu jadi bahan perbincangan seru dikalangan remaja. Terlebih jika sedang banyak tugas, banyak masalah, dengan mudahnya banyak orang mengatakan “adek lelah, nikah aja boleh gak?” seakan-akan menikah itu sebuah jalan untuk lari dari tanggung jawab yang harus diselesaikan. Hmmm itu nanti aja deh dibahasnya.
Sekarang aku mau fokus bahas tentang “Ketika dia mendekat”
*jadi udah sepanjang ini baru intro? Wkwkkwkwk tenang saudara-saudara

Q : Kalian yang perempuan, pernah gak ada laki-laki yang datang mendekati kalian?
*Ini bukan talkshow yang ketika aku tanya penonton bisa langsung jawab. Jadi ya kalo disini aku tanya dan aku sendiri juga yang jawab. Hehhe. Ok gapapa.
A : Pernah
Q : Dari tiap-tiap yang datang mendekat, caranya beda-beda gak?
A : Iya beda-beda. Ada yang modus, ada yang pelan-pelan, ada yang mulai dari titip salam ke orang-orang terdekat, ada juga yang caranya panjang  dan sabar banget udah dicuekin tapi tetep aja berjuang mendekat.
Q : Trus gimana?
A : Gimana apanya? Ya gak gimana-gimana. Seberjuang apapun dia, kalo caranya salah ya gak akan berkah. Dan kalo bukan jodoh ya cuma bakal jadi “bumbu” dalam kehidupan.

Nah! That’s the point!
Seberjuang apapun seseorang laki-laki mendekati perempuan, kalo caranya salah (dengan modus, ngajak pacaran, teman tapi bukan teman, dll), ya gimana Allah mau Ridho. Dan seberjuang apapun juga, kalo bukan jodoh, ya hanya akan menjadi “bumbu” dalam kehidupan.

Beberapa kali aku sharing dengan teman-teman perempuan, tentang “laki-laki”, ada hal penting yang aku tangkap yaitu “perempuan ingin dihargai”. Bukan dihargai dengan cara selalu disanjung, selalu dibenarkan walaupun salah, bukaaaan. Maksudnya dihargai tuh gini, ibaratnya, ketika kalian beli barang, si barang akan lebih bahagia kalau kalian memeriksa dan kepoin dengan cara yang baik, kalian bernegosiasi ke pemiliknya langsung, kalo cocok baru dibeli. Bukan dengan cara di otak atik dulu barangnya, dibawa-bawa dulu baru kalo cocok dibeli dan kalo gak cocok ya dibalikin lagi ke tokonya. Bukan kaya gitu. Naaah si barang itu ibarat perempuan dan di pemiliknya ibarat orang tua/wali perempuan. Jadi intinya perempuan akan lebih merasa dirinya dihargai ketika laki-laki datang dengan cara yang baik. Emang kalian (laki-laki) mau beli barang yang udah diotak-atik sama orang lain, yang kualitasnya kurang baik karena sudah berpindah tangan, dll. Nggak mau kan?
Itu yang aku tangkap setelah beberapa kali sharing dengan teman-teman.

Terkadang aku suka mikir, Allah kan maha adil. Jodoh kita merupakan cerminan diri kita. Kalau kita baik (atau mencoba untuk terus menuju baik), InsyaaAllah jodoh kita disana juga adalah orang yang baik (atau sedang mencoba untuk terus menjadi baik). Nah, kalo kita (perempuan) seneng digombalin laki-laki yang bukan mahram kita, emang kalian rela kalo nanti jodoh kalian adalah orang yang suka gombalin perempuan-perempuan diluar sana?. Yang kalo ada perempuan cantik dikit, follow…buka akunnya, scroll fotonya sampe habis. 
-_-

Trus ada yang bilang “gapapa aku kan pacaran dengan niat serius mau nikah sama dia”. Pertanyaannya, emang kamu yakin kalo kalian berjodoh? Jodoh itu sudah Allah tetapkan sejak kita 4 bulan dalam kandungan ibu kita, dan menjadi rahasia Ilahi. Dan kalaupun kalian memang berjodoh, tapi gini. menikah itu kan “untuk menyempurnakan agama”. Masa mau menyempurnakan agama dengan proses yang dilarang Allah? Yakin? Pernah denger gak kalo segala hasil itu bisa dilihat dari prosesnya. Kalo prosesnya baik, hasilnyapun baik dan berkah. Kalo prosesnya gak baik, ya mungkin aja sih hasilnya baik sesuai harapan, tapi apakah berkah? Hmmm coba pikir lagi.

Jadi gimana ketika dia mendekat? Kalian pasti tau jawabannya :)

Selamat malam minggu, semoga weekendmu tetap produktif


*Sssssttt tulisan ini juga untuk aku pribadi biar selalu ingat, terlebih kalo iman lagi turun. Dan akupun banyak salah, makannya aku nulis ini biar yang baca gak banyak salah kaya aku. Dan biar kalo nanti disurga kalian gak liat aku kalian bisa ingat dan cari aku biar aku juga ikut masuk surga :’)

Salam,
Nuri


Jumat, 04 Januari 2019

RESOLUSI TAHUN BARU? YAKIN TERCAPAI?

Diposting oleh nuri rachmayani di 23.02 0 komentar

Assalamu'alaikum... Haiiii semuaaaaaaa :)

Ini tulisan pertama aku di tahun 2019 dan yeaaay kusenang! hehehe. Akhirnya semangat untuk nulis kembali muncul. Sebenernya akhir bulan Desember 2018 aku sempet bikin sesi sharing di IG story buat cari inspirasi kira-kira menurut temen-temen next-nya apa yang harus aku tulis/sharing di blog, dan Alhamdulillah banyak banget request dari temen-temen semua. Makasih ya... semoga request-nya bisa aku realisasikan kedalam tulisan. Aaamiiin.            

Sebelum aku tulis request-an temen-temen, aku pengen sharing dulu nih tentang sesuatu yang lagi hits diawal tahun. Yes, RESOLUSI. Gimana? apakah di awal tahun ini kalian termasuk kelompok yang bikin resolusi 2019? Kalo iya,  tahun ini pertama kalinya atau memang setiap tahun bikin resolusi? Truuss coba inget-inget, dari sederet resolusi yang pernah kalian buat, apakah sudah tercapai? Seberapa konsisten kalian melakukan usaha untuk mewujudkan resolusi tersebut? dan seberapa sering kalian tengok ulang resolusi tahunan itu? apakah tiap bulan kalian mereview segala usaha yang dilakukan demi terwujudnya resolusi itu, atau malah bulan kedua aja kalian udah lupa sama apa yang pernah kalian tulis sebagai "Resolusi Tahun Baru" ????

Tulisan kali ini terinspirasi dari IG story kak Fellexandro Ruby (@fellexandro) yang membahas tentang "Resolusi Tahun Baru". Terimakasih banyak untuk kak Ruby yang udah sharing tentang hal yang sangat bermanfaat dan juga udah izinin aku untuk repost dalam bentuk tulisan yang sekarang lagi temen-temen baca. Aku coba share disini ya... sekalian kita belajar bareng :)

Kak Ruby memaparkan bahwa menurut Journal Of Clinical Psychology 58 (2002), 1 dari 3 resolusi tahun baru gugur saat memasuki bulan ke-2. Kok bisa? Bisa banget, tanpa kita sadari! Aku sendiri termasuk orang yang rajin bikin resolusi tahun baru (sebenernya gak harus tahun masehi, tapi untuk memudahkan aja). Gak semua resolusi tahunanku tercapai, tapi Alhamdulillah ada juga yang tercapai dan ketika aku ceklis resolusi yang telah tercapai, rasanya beuuuh MasyaaAllah seneng pisan. Rasanya pengen ngaca, trus bilang "good job ama! makasih ya :)" wkwkwk. Gak papa lah lebay dikit, apseriasi ke diri sendiri gak salah kan hehe. Tapi ya itu tadi.... masih banyak juga yang belum tercapai. Nah ini nih yang bakal kita bahas. Kenapa sih kok banyak yang gak tercapai? atau kenapa sih kok susah buat konsisten sampe bulan kedua aja udah lupa sama resolusi sendiri? 

Coba tengok, ketika kita bikin resolusi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebagai kunci atau pondasi dalam membuat dan merealisasikan Resolusi tersebut.

1. FOKUS
Percayalah, setiap orang punya kapasitas yang berbeda-beda. Ada yang bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu, ada yang tidak. Gak masalah, hargai potensi diri dan tetap fokus lakukan apa yang kita bisa. 1-2 asal fokus dan dilakukan semaksimal mungkin itu jauh lebih baik dari pada 10 tapi gak ada yang selesai dengan hasil yang signifikan. Atau bisa juga kita bikin 12 resolusi dalam 1 tahun, dimana tiap bulan kita fokus ke 1 resolusi. Boleh-boleh aja, asal fokus!

2. SPESIFIK
Yuk kita belajar menspesifikan resolusi kita. Aku pernah denger cerita ada seorang laki-laki yang selalu berdoa ingin memiliki istri solehah, dan kemudian dia menikah dengan seseorang yang bernama solehah. Ada juga seorang perempuan yang menginginkan pasangan yang bertato agar terlihat keren, dan ketika dia dipertemukan dengan pasangannya, ternyata memang bertato, tapi alisnya. Wkwkwkk. Oke back to the topic, buat se-spesifik mungkin!

Kenapa harus spesifik? Karena akan muncul banyak alasan untuk mentoleransi resolusi kita sebelum waktunya habis dan membuat kita malas mencapainya. Misal bikin resolusi tahun 2019 harus punya tabungan. trus ketika kalian gak bisa konsisten jaga cashflow keuangan dan terus-terusan boros, di bulan ke 11 kalian lihat ditabungan cuma ada Rp 10.000 misalnya, akhirnya kalian dengan mudahnya bilang "gakpapa deh resolusinya kan punya tabungan, walaupun hanya Rp 10.000". Hmmmmmm.....-_-
Kita harus bisa membedakan mana yang termasuk goal, makan yang bukan. Contohnya seperti dibawah ini :

NOT A GOAL
GOAL
Lebih dekat dengan Allah
Membaca Al Quran 1 hari 1 Juz, setiap hari, mendawamkan sholat sunnah Rawatib.
Mau punya kamera
Punya kamera Canon G7 x atau G7 x ii
Mau punya pekerjaan baru
Mau punya pekerjaan baru yang incomenya naik, punya kesempatan nambah ilmu managerial & food tech, lingkungannya baik dan bossnya asik
Jadi YouTube Content Creator
Rutin upload video YouTube 2 minggu sekali seputar vlog, beauty, food talk, tips&sharing
Jadi Blogger
Rutin upload tulisan di blog 2 minggu sekali seputar lifestyle

3. MAKE IT PUBLIC
Biasanya kalau resolusi itu hanya kita dan Tuhan yang tau, kita bakal ngerasa tenang-tenang aja, selow, santai, tanpa harus mikirin malu atau pertanggungjawaban kalau gak tercapai. Beda dengan kalau kita mengumumkan resolusi kita di sosial media, atau minimal ada orang lain yang tau akan resolusi kita dan bersedia bawelin kita kalau resolusinya belum tercapai. Bayangin kalian bikin status di media sosial tentang resolusi kalian, pasti akan ada rasa malu kalau gak tercapai. Ada rasa "duh, nanti dibilang om-do, dibilang pencitraan doang" atau lebih parahnya malah resolusi kita jadi direndahin sama orang lain yang baca, dan ketika kita bikin resolusi baru orang-orang akan bilang "gak mungkin..... nanti paling gak tercapai lagi" dan lain sebagainya. Nah sebelum itu semua terjadi, setelah make it public, pasti akan muncul semangat untuk melakukan usaha-usaha agar resolusi tidak lagi hanya hayalan semata.

4. MAKE IT CHALLENGE
Bikin challenge untuk diri sendiri! Kadang kita suka susah untuk melakukan sesuatu meskipun tujuannya untuk kebaikan kita, tapi ketika mendapatkan challenge atau ditantang orang, maka ego kita akan bangkit seakan-akan harus melakukan usaha untuk pembuktian diri. Nah rasa ingin membuktikan bahwa kita mampu membuat impian jadi nyata inilah yang harus kita tumbuhkan pada diri kita, salah satunya dengan cara make it challenge. Karena ketika kita merasa tertantang, optimisme akan tumbuh, mindset kita akan mengarahkan kita akan keyakinan "aku pasti bisa". 

5. KNOW YOUR WHY
Pahami kenapa kamu membuat resolusi itu? kenapa kamu melakukan hal itu? Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa jadi semangat ketika datang rasa malas atau alasan-alasan yang menghambat tercapainya resolusi yang udah susah payah kalian buat. Contohnya, aku pengen tahun 2019 rutin upload tulisan blog 2 minggu sekali. why? karena aku pengen bisa lebih banyak sharing, lebih banyak menebar manfaat lewat tulisan yang aku buat, serta lebih banyak mengasah otak untuk bisa bikin konten yang menarik dan bermanfaat tentunya.

Jadi gimana? Apakah kalian yakin resolusi tahun 2019 yang udah dibuat akan tercapai? Harus yakin dong! Tapi coba tinjau dulu poin-poin diatas agar taraf keberhasilan resolusi kalian semakin meningkat dan meyakinkan. Yuk Semangat! Aku doakan semoga apapun resolusi yang kalian buat untuk tujuan kebaikan dapat tercapai, dan semakin hari bisa menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi banyak orang. Terimakasih udah baca tulisan ini, dan terimakasih banyak untuk Kak Ruby.

Salam, Nuri :)


Kamis, 22 November 2018

Ketika rencanaku tak sejalan dengan skenario Allah, Alhamdulillah :)

Diposting oleh nuri rachmayani di 00.27 2 komentar
Assalamu’alaikum

Hai semua... Apa kabar? Semoga dalam keadaan baik ya 😊

Ditulisan kali ini aku mau share tentang apa yang aku alamin, semoga bisa bermanfaat ya buat temen-temen yang baca... Aaamiiin.


Jadi gini, waktu SMP aku pengen banget jadi jurnalis / presenter dan ambil jurusan itu pas kuliah nanti tapi gak diizinin sama ibu dan bapa. Menurut mereka, pekerjaan itu kurang menjamin untuk masa depan, ibu bapa pengennya aku jadi bidan atau dokter atau PNS.

Menginjak masa SMA, aku masuk IPA dan berniat untuk melanjutkan kuliah di jurusan kedokteran. Aku pengen jadi dokter anak. Aku berusaha belajar sebaik mungkin, mengikuti banyak lomba biar banyak piagamnya dan berusaha jadi anak baik. Di sekolahku, hampir setiap sabtu ada kuliah kapita selekta dari kakak alumni yang kuliah di UI. Isinya tentang materi yang perlu disiapkan sebelum kuliah, penjelasan jurusan-jurusan di UI, UI tuh kaya gimana sih, sampai kehidupan sebagai mahasiswa UI. Kalo kalian bingung kenapa cuma alumni yang kuliah di UI yang ngadain acara itu? Jawabannya karena alumni SMA aku untuk jalur undangan paling banyak diterima di UI. Jadi himpunan alumni banyak yang berasal dari UI. Rajin ngikutin acara kuliah kapita selekta setiap sabtu bikin aku mupeeeeeng banget pengen lanjut kuliah di UI. Akhirnya aku bertekad untuk melanjutkan kuliah di kedokteran UI. Banyak yang bilang susah, gak mungkin, bla bla bla.. tapi aku tipe orang yang optimis selama aku mau berusaha. Aku belajar keras, ya “keras”.. hehehe . ketika menginjak kelas XII, aku hampir selalu pulang malem karena rajin banget ikut kelas tambahan di GO. Jadi pulang sekolah itu jam 14.00, lanjut kelas tambahan di GO jam 14.30, lanjut les jam 17.00, lanjut kelas tambahan malam (masih di GO juga), dan pulang jam 9 malam. Sampe rumah, isoma dan lanjut lagi belajar. Entah kenapa dulu aku hobi banget belajar (sekarang udah ngga wkwkwk). Ibu bapa juga sangat mendukung aku untuk masuk kedokteran UI. Singkat cerita, aku ikut jalur undangan, ditolak. Jalur SBMPTN, ditolak. Jalur SIMAK UI, ditolak. Aku nangis bangetttt waktu tau aku ditolak sampe akhirnya aku bilang ke orang tua kalo aku pengen nunda satu tahun buat fokus belajar lagi dan daftar kedokteran UI lagi di SBMPTN tahun depan. Tapi gak diizinin :’(


Akhirnya aku disuruh daftar universitas lain yang masih buka jalur mandirinya. Aku gak mau dan masih sedih dan gak bisa mikir untuk daftar di univ lain. Akhirnya Bapa nyuruh Aa buat cariin aku info mengenai univ mana yang masih buka jalur mandirinya. Waktu itu udah telat banget, UGM UNDIP dan beberapa univ udah tutup pendaftaran jalur mandirinya, dan tinggal IPB yang jalur mandiri S1-nya masih buka. IPB? Aku mikir-mikir karena aku gak ada niatan sama sekali buat kuliah disana dan gak tau mau ambil jurusan apa. Jadi inget, waktu kaka alumni yang kuliah di IPB datang ke sekolah buat promosiin IPB, aku bener-bener gak dengerin dan milih pindah tempat duduk ke pojok belakang dan sibuk sendiri belajar sambil ngerjain tugas. Intinya aku bener-bener gak tertarik dengerin karena aku kan emang berniat lanjut ke UI. Padahal mah harusnya dengerin aja ya gapapa ngehargain. Duhh jangan ditiru ya..


Akhirnya aku daftar IPB dan milih jurusan Teknologi Pangan. Aku pilih itu karena aku pernah ikut lomba LCTIP (lomba cepat tepat ilmu pangan) di IPB dan ada kakak kelas yang juga kuliah disana. Udah gitu aja. Dan pas diterima, MasyaaAllah aku baru tau kalo teknologi pangan IPB jurusan yang bagus banget :’). Aku sadar, Allah baik banget sama aku. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah... aku ketemu sama temen-temen yang super hebat, dosen-dosen yang super keren, dan IPB telah membentuk karakter aku jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku gak tau kalo aku gak kuliah di IPB aku bisa seperti sekarang atau ngga. Intinya aku percaya kalo menurut Allah, IPB adalah tempat terbaikku untuk menuntut ilmu dengan jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan. Oya, aku juga jadi bisa sahabatan sama Itse, Galuh, Dela dan Riza. Mungkin kalo aku gak kuliah di IPB aku gak bakal kenal mereka. Alhamdulillah


“aku pengennya jadi S.Ked, tapi Allah mengizinkannya aku jadi S.TP dan ternyata itu adalah salah satu hal terbaik dalam hidupku. Alhamdulillah”


Sahabat. Salah satu bonus dari Allah disaat aku kuliah. Aku dikelilingi sahabat yang MasyaaAllah baik banget dan selalu ngingetin aku untuk terus semangat belajar dan berkembang kearah yang lebih baik, mereka Itse, Galuh, Riza, dan Dela. Diakhir masa kuliah kita pengen banget pergi ke suatu tempat bareng-bareng untuk mengenang kebersamaan. Karena kita tau setelah lulus mungkin aja kita akan terpisah-pisah dan jarang ketemu. Akhirnya kita nabung buat jalan-jalan ke Belitung. Kita berlima suka banget sama Belitung, dan saling mengingatkan untuk terus berdoa semoga impian kita jalan-jalan bareng tercapai. Baru jalan beberapa minggu nabung, kita terpisah-pisah karena mereka ber-empat magang ditempat yang berbeda-beda sedangkan aku sendiri penelitian di kampus. Nabung barengnya terputus, tapi kita komitmen buat tetep nabung masing-masing. Tapi nyatanya, nabungnya malah gak berlanjut wkwkwk. Nabungnya gak lanjut, doanya tetep lanjut kok hehe. Selama masa tugas akhir itu, kita cuma komunikasi via grup line. Suatu hari, Itse daftarin kita berlima ke suatu ajang yang diadain sama Mayora, singkat cerita kita beruntung dan Qadarullah kita bisa jalan jalan ke Jepang gratis. Padahal di ajang tersebut, kita milih destinasi Raja Ampat (biar mirip mirip lah sama Belitung), tapi Allah ngizininnya kita ke Gunung Fuji, Jepang. Masyaa Allah... Lagi-lagi aku dihadapkan pada skenario Allah yang jauuuuh lebih indah dari rencanaku. Jadi inget satu tahun sebelumnya aku pernah berdoa pengen banget ngerasain winter dan pengen ke Jepang, ternyata Allah kabulkan doaku satu tahun lalu dan kabulkan doaku di tahun tersebut dalam satu ketetapanNya. Alhamdulillah..
 

“Aku pengen jalan-jalan sama Itse Riza Galuh dan Dela ke Belitung, tapi Allah mengizinkannya kami jalan-jalan ke Jepang. MasyaaAllah”



Lulus kuliah, aku pengen kerja di bidang pengembangan produk baru. Saat kuliah aku emang ambil penelitian dengan fokus rekayasa proses pangan dan pengembangan produk pangan baru. Hampir setiap ada lowongan R&D di industri pangan aku daftar. Bukan cuma R&D, aku juga daftar QC karena aku suka ngelab dan udah terbiasa kerja di laboratorium waktu penelitian. Suatu hari, ada temenku yang bilang kalo dia mau daftar bagian Marketing karena menurutnya keren aja, kerja di kantor, dan sangat melatih critical thinking kita. Dalam benak, aku gak tertarik sama sekali sama Marketing. Karena aku ngerasa gak punya basic sama sekali di marketing. Dan menurut aku Marketing itu gak seru, gak tau kenapa. Suatu ketika, ada lowongan MT di salah satu perusahaan. Aku daftar, tapi disitu gak tertulis jelas bagiannya apa, karena yang namanya MT kan biasanya akan di rolling kebanyak divisi. Singkat cerita, aku diterima di perusahaan tersebut (tepatnya perusahaan tempat sekarang aku kerja), sebagai Management Trainee New Product Development. Aku seneng banget pas tau aku ditempatin di bagian New Product Development (NPD), karena emang ini yang aku pengen. Awalnya aku ngira NPD itu bagian dari R&D atau malah sama kaya R&D. Ternyata, NPD itu salah satu divisi bagian dari departemen Marketing. Yup, departemen yang paling aku hindari ketika daftar kerja. Qadarullah, Allah tempatin aku di Marketing. Trus gimana? Sedih nggak? Alhamdulillah nggak sama sekali. Aku malah jadi seneng banget ada di marketing. Bener-bener membuka pemikiran aku jadi lebih open minded, aku banyak belajar disini, dan aku ngerasa banyak berkembang. Alhamdulillah ... NPD ngapain aja? banyak dan seru! Hehehe mulai dari bikin product concept, product spec brief, time table, berkoordinasi dengan purchasing terkait pengadaan bahan baku dan supplier, berkoordinasi dengan R&D terkait formula produk dan klaim yang ingin dimunculkan serta notifikasi BPOM, berkoordinasi dengan QC terkait standar, ukuran, dan barcode, berkoordinasi dengan produksi terkait apakah finish goods dapat tercapai sesuai timeline yang dibuat, dan masih banyak lagi. Setiap mengembangkan produk baru, R&D akan berjalan setelah menadapatkan arahan dari NPD. Serunya, setiap Meeting NPD, kita bisa diskusi langsung sama semua divisi yang berperan dalam kesuksesan launching produk baru. Cape? Iya :’) .. awal kerja aku masih suka nangis kalo kecapean, sering lembur, sampe sering sakit. Belum lagi, aku ngerasa apa yang aku pelajari saat kuliah gak banyak teraplikasikan di dunia kerja. Tapi aku sadar, kasih sayang Allah begitu besar buat aku, aku dikasih posisi yang bener-bener bisa membentuk diri aku menjadi lebih baik dan berkembang. Alhamdulillah ...


“aku pengennya kerja di Departemen R&D, tapi Allah mengizinkannya aku kerja sebagai NPD yang merupakan bagian dari Departemen Marketing. Alhamdulillah”



Jadi segitu dulu ya sharing tentang pengalaman aku, dimana rencanaku diganti dengan hal yang lebih indah oleh skenario Allah. Syukuri apa yang Allah kasih untuk kita, karena Allah jauh lebih tau apa yang terbaik buat kita. Ibaratnya seorang pembuat robot, dialah yang paling tau kekurangan dan kelebihan serta hal apa yang terbaik untuk robotnya. Kalau kita bersyukur, InsyaaAllah akan ditambah lagi nikmatnya. Dan kalau kita punya keinginan, usaha! Berdoa!, soal hasil? Serahkan pada Allah 😊


 Image result for rencana allah jauh lebih baik dari rencana hambanya


Sekian dulu ya, terimakasih udah baca tulisan aku. Ambil baiknya, buang buruknya.


Wassalamu’alaikum

Jakarta, 22 November 2018
Salam, Nuri 😊
 

Minggu, 30 September 2018

Laptop Idaman Traveler, ZenBook UX331UAL

Diposting oleh nuri rachmayani di 08.49 0 komentar

Assalamu’alaikum
Hai semua.. selamat weekend! Eh besok udah Senin ya.. hehe ganti deh
Hai semua.. Semangat besok Senin! Yeaay!

Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman sekaligus impian aku bersama Laptop Asus. Dari dulu sampai sekarang, aku masih pakai laptop yang sama. Yup, belum pernah ganti sejak awal punya laptop. Hehehe Alhamdulillah masih bertahan walaupun udah berkali-kali di service. Dia tuh sahabat aku banget. Dia yang udah nemenin perjalalan aku dari SMA sampai sekarang kerja. Hampir setiap aku pergi ke luar kota, aku pasti bawa laptop. Bahkan keluar negeri-pun aku bawa. Bukan hanya perjalanan yang formal, tapi traveling-pun aku bawa laptop. Kalau ditanya ngapain bawa-bawa laptop kan berat? Berat sih, tapi aku butuh. Aku kan anaknya suka nulis, bahkan kalau lagi di mobil, kereta, maupun pesawat, kalau lagi pengen nulis ya aku nulis. Dan aku suka nulis di laptop. Sering juga aku ngerjain tugas organisasi maupun tugas kuliah di jalan. Dan lagi-lagi, pakai laptop. Kalo lagi bosan, kan jadi bisa nonton di laptop juga hehehe. Aku tuh anaknya tledor banget, jadi setiap mau pergi, packing adalah hal paling ribet yang aku jalanin. Karena aku bawa laptop, jadi ibu selalu ngingetin aku buat packing yang baik dan benar biar laptopnya gak rusak. Bahkan kalau laptopnya ditaruh di bagasi, cara packing aku adalah laptop di taruh di tas laptop, kemudia dilapisin pakaian berlapis-lapis biar gak kenapa-napa kalau ada benturan. Hehehe ini tips dari ibu, karena laptop aku bukan laptop yang tahan banting. Apalagi laptop aku kan berat, jadi harus disiasatin barang bawaan apa aja yang perlu dibawa biar gak makin berat. Dan lagi-lagi, selalu ada barang yang dikorbanin gak aku bawa demi bisa bawa laptop yang berat ini.
ini waktu lagi di bioskop. Sambil nunggu jadwal filmya tayang, aku sempetin buka laptop
sengaja di blur biar fokus ke laptopnya aja :) hihihi

Dua minggu lalu aku pergi ke perpustakaan nasional dan monumen nasional (Monas). Aku berniat untuk mini traveling di Jakarta mumpung weekend itu aku gak pulang ke rumah (Pandeglang). Awalnya aku bingung bawa laptop gak ya, tapi ada yang mau aku kerjain dan kayanya seru ngerjain di perpustakaan nasional karena feel nya akan lebih dapet. Tapi kan aku mau pergi ke monas juga, dan aku naik kendaraan umum. Pasti bakal ribet, hehe tapi aku nekat tetep bawa laptop. Aku menikmati beratnya bawa laptop di perjalanan kali itu. Mengerjakan tugas di perpustakaan nasional, lanjut main ke monas dan berjuang untuk sampai ke puncak monas dengan antrian yang sangat panjang. Lanjut naik bus tingkat tujuan bundaran HI, turun di Sarinah dan main ke Plaza Indonesia. Berat, tapi seru banget. Karena setiap ada waktu luang atau waiting time aku bisa buka laptop dan menulis apa yang ingin aku tulis. Buatku, traveling ya seperti itu. Menikmati setiap momennya dan mencurahkan dalam bentuk tulisan maupun gambar disaat itu juga, biar lebih kena feel-nya. Tapi itu hanya mini traveling. Untuk traveling yang lebih lama dan lebih jauh, aku harus lebih berjuang karena baterai laptopku tidak tahan lama, jadi harus bawa charger dan harus mempersiapkan packing yang efisien agar tidak terlalu berat.

Dari pengalaman inilah keinginan itu tumbuh. Keinginan untuk memiliki laptop yang ringan, tahan banting, dan memiliki performa yang sangat baik agar ketika aku membutuhkan laptop dalam kondisi apapun aku tetap bisa membawanya, terutama ketika traveling. Dan impian itu jatuh pada ZenBook 13 UX331UAL. Keluaran baru dari Asus yang bikin aku langsung jatuh hati sejak pertama liat dan tau spec nya.
Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa harus ZenBook 13 UX331UAL? Karena semua yang aku butuhkan dari laptop ada di ZenBook 13 UX331UAL. Gak percaya? Nih aku rinciin ya keunggulannya yang pasti bikin kalian juga pengen hehehe

1. Kecil-kecil cabe rawit

ZenBook UX331UAL punya bobot yang ringan banget, yaitu 985 g, panjang 310 mm dan lebar 216 mm. Ringan banget kan? lebih ringan dibandingkan dengan varian sebelumnya yang memiliki bobot 1,12kg, dan merupakan ZenBook yang paling ringan yang beredar di pasaran saat ini. Ia merupakan laptop 13,3 inci yang paling ringan yang memungkinkan untuk diproduksi. Eits jangan salah, seperti yang aku bilang, dia itu kecil-kecil cabe rawit! Dengan desain tipis dan bobot ringan, laptop ini punya daya tahan yang sangat tinggi, bahkan dilindas motor aja gak kenapa-napa. Gak percaya? Liat deh di videonya kak raditya Dika. Beliau udah nge review seberapa tangguhnya leptop ini. Videonya bisa diliat di link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=0SefZFBgSCg 



tipis banget!

2. Terstandar kaya Oppa-oppa yang abis wamil (wajib militer) hehe

Kalo kalian bingung kok bisa keren banget sih dilindes motor gak kenapa-napa? Iya dong, karena laptop ini menggunakan konstruksi magnesium alloy yang sangat ringan dan membuatnya sangat tangguh. ZenBook 13 UX331UAL telah memenuhi standar military-grade MIL-STD 810G dan udah lolos uji daya tahan untuk memastikan kemampuannya beroperasi dalam berbagai kondisi.

MIL-STD 810G adalah serangkaian uji coba rancangan militer Amerika Serikat buat ngetes perangkat yang akan mereka gunakan di medan perang, untuk memastikan bahwa perangkat tersebut mampu bertahan dalam kondisi ekstrim. Rangkaian uji cobanya yaitu dibanting, diberi tekanan, digetarkan, dan dibiarkan dalam berbagai suhu ekstrim. Pokoknya mah laptop ini teh udah kaya oppa-oppa yang abis wamil hehehe. Gimana? Cocok banget kan untuk kita yang suka traveling? Udah gak perlu bungkus berlapis-lapis pakai baju biar gak rusak pas packing hehehe.
3. Riweuh friendly
Aku termasuk tipe orang yang riweuh (ribet) kalo lagi terburu-buru. Jadi butuh akses yang serba cepet. Nah, ZenBook 13 UX331UAL pas banget buat kita yang butuh cepet dan gak ribet. Kok bisa? Bisa dong, karena dia sudah mendukung Windows Hello, cara yang lebih profesional untuk mengakses sistem operasi Windows 10. Jadi kita cukup menghadapkan wajah ke layar atau cukup menyentuhkan jari di sensor fingerprint, trus udah deh bisa langsung bekerja laptop-nya. Cocok banget buat kita yang kerja dilapangan. Misal lagi traveling, trus muncul ide buat nulis, gak pake lama langsung bisa dioperasikan laptopnya. Jadi idenya gak keburu ilang deh hehehe. Mantap betul!
Hello!

4. Bisa diselipkan dengan mudah loh
ASUS ZenBook UX331UAL punya dimensi yang gak jauh beda dari kertas A4, dengan layar 13,3 inci dan resolusi Full HD, jadi bisa banget nih diselipkan di tas, back pack, bahkan goodiebag sekalipun. Ukurannya jauh lebih kecil dibanding ultrabook berikuran 13 inci pada umumnya. Kok bisa? Iya dong, karena dia pakai bezel layar berfitur NanoEdge.
tenang, mau diselipin di tas juga tetap aman :)

5. Performa maksimal
Kalo milih laptop, performa udah gak bisa dikompromi lagi deh pokoknya. Karena kalo performanya gak bagus, suka nge-hang, lola, aduh mau ngerjain apa-apa juga jadi males banget kan. Nah, performa ZenBook 13 UX331UAL ini udah gak perlu diragukan lagi. Ia diperkuat oleh prosesor tercepat Intel Core i generasi ke-8, dan biar makin mantap peroformanya, ASUS memadankan prosesor tersebut dengan RAM tercepat DDR4 2133MHz serta penyimpanan kecepatan tinggi dan handal, berbasis M.2 SSD. Aduduuuh udah ringan, tahan banting, performa nya mantep banget lagi. Tapi tunggu dulu, masih ada kelebihan-kelebihan lain yang ditawarkan. Masih ada lagi? Masih doooong.

6. Wi-Fi hunter friendly

Siapa disini yang Wi-Fi hunter? Hehehe aku banget ini mah. Apalagi kalo mau upload video ke YouTube, butuh banget laptop yang mudah nyambung ke Wi-Fi dengan kecepatan tinggi. Gak dipungkiri, spec konek Wi-Fi yang mumpuni sangat dibutuhkan apalagi untuk kita yang suka upload-upload hasil hunting pas lagi traveling. Nah, ZenBook 13 UX331UAL ini dilengkapi dengan fitur Wi-Fi Master yang bikin laptop ini mampu mendapatkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya. Mau upload video dengan kecepatan tinggi, atau nonton YouTube gak pake lola? Bisa banget Wi-Fi Master ini! Jadi inget dulu jaman kuliah, kalo lagi jadwal ngisi KRS, Wi-Fi kampus jadi buruan hampir semua mahasiswa, dan rebutan untuk ada di posisis terdekat dengan Wi-Fi. Alhasil, koneksinya malah jadi lemot parah. Nah, dalam kondisi seperti itu, Wi-Fi Master hadir bagaikan  super hero, yang bikin kita gak perlu khawatir akan akses ke Wi-Fi walaupun posisi kita jauh dari sumber Wi-Fi. Gimana gak dibilang super hero? Dengan teknologi dual-band 802.11ac, Wi-Fi Master menawarkan kecepatan hingga 867Mbps, sekitar 6x lebih cepat dibanding single-stream 802.11n.

7. Baterai tahan lama

Untuk apa spec mumpuni tapi baterainya gampang habis? Pasti kalian mikirnya gitu. Hehehe gak salah kok, aku setuju banget kalau daya tahan baterai memang perlu jadi pertimbangan dalam memilih barang elektronik seperti laptop. Waktu itu, aku pernah mengikuti konverensi di luar kota. Tentunya laptop sangat dibutuhkan. Tapi sedihnya, aku harus rela duduk di paling belakang demi bisa nyambung ke colokan listrik buat nge-charge laptop aku. Hufff coba aja baterai laptop ada yang bisa bertahan sampai belasan jam. Eits, tenang… kalau lagi dipakai secara multitasking non-stop, aplikasi pengukuran baterai PCMark menunjukkan bahwa baterai pada ZenBook 13 UX331UAL sanggup bertahan hingga 4 jam 43 menit. Tapi kalau penggunaan tidak terlalu intensif, ASUS mengklaim baterai laptop ini sanggup bertahan hingga 15 jam. Duh, pengertian banget sih. Jadi kalau lagi di perjalanan mau nonton drama korea 16 episode gak perlu khawatir kehabisan baterai. Yuhuuu senangnya…

8. Blogger & writer friendly

Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku suka banget nulis di laptop, baik untuk posting blog maupun untuk ngerjain tugas. Kalau lagi traveling-pun aku suka nulis, dan biasanya aku harus bisa mengetik dalam kondisi apapun. Misalnya, ngetik diperjalanan yang bikin posisi duduk goyang-goyang, atau ngetik di tempat yang minim pencahayaan. Jadi aku butuh banget laptop yang nyaman untuk mengetik. Nah, ZenBook 13 UX331UAL punya keyboard backlit dengan ukuran penuh dan desain yang kokoh. Jadi mau ngetik dalam kondisi bagaimanapun tetep nyaman, bahkan saat minim pencahayaan. Dia punya jarak penekanan tombol keyboard 1,4 mm yang dioptimaklan untuk kenyamanan saat mengetik. Duuh ZenBook 13 UX331UAL emang peka banget sama kebutuhan aku hehehe. Selain itu, ZenBook 13 UX331UAL juga didukung dengan teknologi palm-rejection yang memungkinkan kita melakukan gerakan multi-jari serta tulisan tangan. Idaman aku bangeeet!
duuuh cantiknya :)


Oiya, selain kelebihan-kelebihan yang aku paparkan diatas, ASUS juga telah melakukan pengujian dengan aplikasi benchmark umum seperti PCMark, 3DMark, Geekbench, Cinebench dan Unigine Heaven Benchmark. Jadi bener-bener udah dibuktikan ya kalau performa yang diklaim benar adanya.

Nah ini dia spesifikasi ASUS ZenBook UX331UAL:

Main Spec.
ASUS ZenBook UX331UAL
CPU
Intel® Core™ i5-8250U Processor, 6M Cache, up to 3.40 GHz
Operating System
Windows 10 Home
Memory
8GB LPDDR3 2133MHz SDRAM
Storage
256GB SATA3 M.2 SSD
Display
13.3" (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) 60Hz, Ultra Slim 300nits
Graphics
Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output
1x micro SD card, 1x audio jack COMBO, 1x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 2x Type A USB3.1 (GEN1), 1x HDMI, Support HDMI 1.4
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Built-in Bluetooth V4.2, Integrated 802.11 AC (2x2)
Audio
Built-in Stereo 1 W Speakers And Array Microphone, ASUS SonicMaster Technology
Support Windows 10 Cortana with Voice, Harman kardon
Battery
50 Whrs Polymer Battery
Dimension
310 x 216 x 13.9 mm (WxDxH)
Weight
985gr with Battery
Colors
Deep Dive Blue, Rose Gold


Gimana gimana gimana? Duuuh super banget ya ZenBook 13 UX331UAL ini. Kalo kalian suka traveling, suka yang simpel, perfroma baik, tahan banting, langsung aja pilih ZenBook 13 UX331UAL ini :)

Ok, sekian dulu ya sharing-sharingnya. Semoga bermanfaat, sekecil apapun itu. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.







 

NURI RACHMAYANI Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea