Sabtu, 11 Maret 2017

BEFORE THE FLOOD

Diposting oleh nuri rachmayani di 06.30 0 komentar

BEFORE THE FLOOD

Assalamu’alaikum.. hai semua

Kali ini aku mau share tentang film documenter yang dirilis oleh national geographic tentang climate change yang berjudul “before the flood”. Aku bukan mau nge riview filmnya, karena aku cuma mau share aja tentang keadaan bumi saat ini dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai makhluk buni yang baik dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim, sesuai yang digambarkan dalam film befofe the flood ini.

Aku nonton film ini di @america di The Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta pada tanggal 26 November 2016. Hehe udah lama banget ya.. maaf baru sempet nulis sekarang. InshaAllah masih inget ko isi filmnya karena aku rekam juga beberapa scene yang menurut aku penting dan bakal aku share disini. So, keep on reading yaaa

Before the flood merupakan film dokumentasi yang menceritakan tentang dampak perubahan iklim dan pengaruhnya bagi kehidupan, sampai fakta-fakta yang terjadi mengenai hal-hal yang terus memperburuk dampak perubahan iklim. Film ini dibuat dengan dukungan langsung dari PBB dan tokoh yang diamanahi menjelajah keberbagai belahan dunia selama tiga tahun untuk mengamati dampak perubahan iklim dan mendokumentasikannya adalah Leonardo DiCaprio dan tim director film ini. Di film ini, ada juga scene yang memperlihatkan wawancara langsung dengan presiden Amerika, Barack Obama. Pembuatan film ini dipimpin oleh Director Fisher Stevens dan penulis Mark Monroe (udah sampe situ aja yang aku tau. aku juga gak kenal sama mereka hehe)

Leonardo DiCaprio dipilih oleh PBB untuk menjadi Duta Perdamaian PBB tentang perubahan iklim. Diawal ketika Leonardo dipilih oleh PBB, dia merasa sangat pesimis tentang masa depan kehidupan bumi, bahkan dia merasa bahwa PBB telah memilih orang yang salah. Leonardo sadar bahwa dunia disekitarnya beranggapan bahwa dia hanyalah seorang actor Hollywood tanpa pengalaman ilmiah yang sedang dikelabuhi PBB menganai perubahan iklim. Yup, scene itulah yang menjadi pembuka pada film dokumentasi Before the flood.

Untuk itulah, selama dua sampai tiga tahun Leonardo menjelajah keberbagai tempat dimuka bumi untuk mengetahui dampak perubahan iklim yang terjadi. Ia bahkan datang ke Indonesia dan melihat keadaan satwa liar di Indonesia yang menjadi korban kebakaran hutan di Indonesia yang memuncak pada tahun 2016 kemarin.

Menurutnya, kehidupan ini seperti lukisan berjudul “The Garden of Earthly Delights” karya Hieronymus Bosch yang dilukis sekitar tahun 1500. Lukisan itu menggambarkan tentang keadaan bumi yang terbagi menjadi tiga panel. Pada panel pertama, mulai ada kehidupan di bumi dan manusia menempatinya. Hewan-hewan tumbuh dengan baik, bunga bermekaran, lingkungan nyaman dan sangat tentram kehidupan saat itu. Dipanel kedua, lukisan mulai menjadi menarik. Dosa-dosa besar mulai digambarkan pada lukisan itu. Kejahatan-kejahatan manusia bertebaran mulai dari kejahatan kemanusiaan, overpopulasi, dan pesta pora. Dipanel terakhir, panel paling mengerikan. Terdapat pemandangan yang kacau, rusak, dan hangus. Leonardo mengibaratkannya dengan “surga yang telah dihinakan dan dihancurkan”. Manusia mungkin tanpa sadar menghancurkan kehidupan di dunia melalui limbah kehidupannya. Pembakaran batu bara, minyak, dan kayu melepas karbondioksida ke atmosfer. Efek rumah kaca telah terdeteksi dan kini efek itu mengubah iklim kita. Tebak kearah mana suhunya? Ke atas. Banyak media memberitahan bahwa tahun 2012, 2013, 2014, 2015 adalah tahun terpanas di muka bumi.

Banyak sekali berita yang telah ditayangkan. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya membuat manusia sadar akan dampak yang telah mereka timbulkan. Banyak yang berpendapat bahwa kehidupan memang seperti ini polanya, tidak dapat diubah. Apakah mungkin setiap hendak menyalakan kendaraan kita berpikir mengenai dampak gas yang ditimbulkan oleh kendaraan kita? Itulah yang menjadi pertanyaan salah satu tokoh yang diwawancarai oleh Leonardo di salah satu scene film (aku lupa nama tokohnya).

Ketika mengunjungi daerah kutub, terdapat selang panjang yang terdampar disana. Selang itu merupakan salah satu properti dalam penelitian tim Amerika Serikat dalam mengamati keadaan di kutub. Dulunya selang panjang tersebut terkubur di dalam bongkahan es di kutub, namun semakin tahun es di kutub semakin mencair sampai-sampai selang tersebut terlihat sangat panjang terhuntai begitu saja. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa dengan meningkatnya suhu di bumi, keadaan es di kutub semakin mencair dan wilayah perairan di bumi semakin meluas.

Hal lain yang bisa aku tangkap dari film ini yaitu mengenai diet daging sapi yang dapat kita lakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi percepatan perubahan iklim. Begini penjelasannya. Sapi menghasilkan gas metana, dimana metana adalah gas rumah kaca yang sangat kuat. cara sapi memproduksi metana yaitu ketika mereka makan, saat mereka mengunyah makanan, sejumlah besar gas metana dikeluarkan melalui mulut sapi menuju atmosfer. Atmosfer mengandung jauh lebih banyak gas CO2, tapi gas metana jauh lebih berdampak. Setiap molekul gas metana setara dengan 23 molekul CO2. Dan sebagian besar gas metana di atmosfer, hampir semuanya berasal dari hewan teknak. Dibanding emisi dari sumber lain, emisi yang dihasilkan dari konsumsi daging sapi yaitu sekitar 10-12 % total emisi AS. Sehingga jika ditarik perbandingannya, 200 gram burger setara dengan 200 jam pemakaian bola lampu 60 watt. Mengejutkan memang, tapi sangat mudah untuk membayangkan perubahan pola makan. Walaupun hanya sekedar beralih dari daging sapi ke alternative lain, misalnya ayam. Ayam membutuhkan 20 % daratan dan 10 % emisi gas rumah kaca. Jika dibandingkan dengan padi, kentang, dan gandum, daging sapi membutuhkan lahan sebesar 50 kali lipatnya. Sehingga mengurangi asupan daging sapi hingga setengah atau bahkan seperempatnya bisa membuat perubahan berarti. Mungkin kita bisa menggantinya dengan daging ayam, atau sumber protein yang lain.

Di film ini juga diperlihatkan langsung pernyataan beberapa tokoh politisi dan pengusaha yang menolak adanya perubahan iklim. Bagi mereka, perubahan iklim itu tidak ada. Dan mereka menolak jika pemerintah pemfokuskan diri untuk memikirkan perubahan iklim. Diperlihatkan pula scene saat Leonardo mewawancarai presiden Barack Obama dan menanyakan apa langkah nyata yang diambil oleh pemerintah setelah menandatangani Paris Agreement tentang climate change dan bagaimana sikap pemerintah kepada politisi dan pengusaha yang radikal. Mereka hanya mementingkan bisnisnya berjalan lancar namun tidak peduli terhadap dampak yang mereka timbulkan. Diperlihatkan juga secara terang-terangan nama-nama perusahaan yang berperan besar dalam terjadinya dampak perubahan iklim (aku tau beberapa nama perusahaannya, karena perusahaan itu ada juga di Indonesia. salah duanya merupakan perusahaan minyak dan burger yang cukup terkenal di Indonesia).

Nah, segitu aja yang bisa aku share disini. Semoga bisa bermanfaat. Intinya, Kita yang butuh alam. Tapi kita juga yang ngerusak alam. Padahal kita hidup diamanahkan untuk menajadi Khalifah di bumi. Jadi, rawatlah bumi kita. Jangan terlalu banyak diskusi tanpa aksi. Minimal ubahlah pola hidup kita pribadi, karena aku tau mengubah dunia memang sulit. Tapi jika ingin dunia berubah menjadi lebih baik, masih ada harapan! Mulailah perubahan dari sekarang. Mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil. Selamat berubah menjadi diri sendiri yang jauh lebih baik, tidak menambah kerusakan di bumi, bisa memberi kebermanfaatan bagi sekitar :)
*oya, tambahan. aku kagum sama kak Leonardo! (apasih wkwk)


semoga semakin banyak pemuda pemudi yang menginspirasi seperti kak Leonardo ya

-Dramaga, 11 Maret 2017-
salam, Nuri Rachmayani :)


PIMNAS 29

Diposting oleh nuri rachmayani di 04.58 0 komentar
Assalamu’alaikum
Haaaai selamat hari sabtu semuaaa.. udah lama banget gak post tulisan di blog. Soalnya kemarin kemarin sibuk ngurus penelitian, audit Indofood Riset Nugraha, UAS, dan demis IGAF (hehe ga ada yang nanya ya)

Ditulisan kali ini, aku mau share pengalaman selama jadi LO (Liaison Officer) PIMNAS 29 yang diadakan di kampus tercinta, IPB. Sebenernya tulisan ini udah dibuat beberapa bulan lalu, tapi baru diselesein sekarang. Maaf ya buat yang udah dijanjiin tentang tulisan ini (Amin, Khoiruddin, Ama, Novi, ka Huda, dan Pak Deni). Ini tulisan aku buat spesial buat kalian. Jadi nama nama itu adalah tim yang aku LOin waktu pimnas 29. *asik
PIMNAS yang kepanjangannya pekan ilmiah mahasiswa nasional, tahun kemarin diadakan tanggal 8-11 Agustus 2016 dan IPB jadi tuan rumahnya.
kak Huda, Ama, lebah, aku, Khoirudin, dan Novi (kurang Pak Deny, Amin, dan Brian)

Di PIMNAS ini, aku di amanahin buat jadi LO kontingen dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Dan pas diundi, aku dapet kelompok 10, PKM nya PKM T. karena di hari ketiga pimnas aku juga harus kuliah Praktikum Terpadu, jadi buat nge LO in tim ini aku gak sendirian. Aku punya partner, namanya Brian. Agbribisnis angkatan 2015.

Pas udah fix pembagian tim nya, kami ditugasin buat ngehubungin ketua timnya, kenalan, trus minta di invite ke grup line atau wa yang mereka punya. Awalnya aku ngehubungin ketuanya (Khoirudin) via sms. Aku bilang kalo aku dan brian bakal jadi LO mereka selama mengikuti pimnas. Trus aku juga minta di invite ke group mereka. Udah tuh aku sms kaya gitu pagi pagi. Tapi sampe sore gak ada balesan. Padahal LO lain udah pada laporan kalo mereka udah berhasil ngehubungin ketua timnya dan udah gabung di grup nya. Tapi kok aku ga dapet balesan apa apa yaaa wkwkwk awalnya aku dan brian masih tenang tenang aja. Ah mungkin mereka sibuk. Atau mungkin lagi ga ada pulsa. Tapi kok ditungguin sampe malem ga ada juga ya balesannya. Akhirnya kami sepakat buat nelpon ketuanya, takutnya itu nomernya salah atau gimana. Pas aku telpon, Alhamdulillah diangkat, dan ternyata emang mereka lagi sibuk nyiapin ini itu jadi gak sempet bales sms. Mereka juga lagi KKN jadi kebayang ya sibuknya mereka nyiapin pimnas sambil KKN. Salut deh sama kalian!. Aku juga minta di invite ke group yang mereka punya. Tapi sampe besoknya, gak ada invitetan apapun wkwk. Akhirnya besok pagi nya aku sms, nanyain grupnya udah dibikin belum, trus tolong segera invite aku dan brian. Dan dia bilang gak punya grup. (????) aku sempet bingung banget pas dia bilang gak punya/belum bikin grup. Berarti selama ini mereka ngerjain PKM gak pake grup? Selalu ketemuan gitu kalo ngerjain? Waah niat gak sih mereka? Haha itu sekilas yang muncul dipikiran pas khoirudin bilang kalo mereka ga ada grup. Ok akhirnya aku suruh dia buat bikin grup dan tolong invite aku dan brian karena banyak banget yg harus didiskusiin terkait persiapan menuju pimnas, dari mulai ID tim, poster, keberangkatan, dll. Akhirnya di invite lah aku dan brian ke grup mereka. Yeeey Alhamdulillah seneng banget haha. “akhirnya kita bisa laporan ke ketua LO ya Bri kalo kita udh berhasil gabung di grup mereka” wkwk setelah gabung, kita langsung ngajakin mereka kenalan, “haloo nama aku nuri. Di pimnas nanti aku dan brian bakal jadi LO tim kalian. Salam kenal dan selamat bekerja sama ya” kurang lebih gitu lah. Trus mereka juga satu satu ngenalin diri mereka.

Setiap harinya aku dan brian share info-info terkait persiapan pimnas yang kami dapat dari ketua LO. Jadi kami cuma meneruskan info, terus kalo ada pertanyaan kami jawab (kalo bisa) wkwk. Sampai akhirnya tibalah saatya pimnas dilaksanakan. Yey gak sabar ketemu mereka! Rombongan UNY dijadwalkan sampai di IPB pada H1 PIMNAS jam 11 siang. Padahal tim dari univ lain datangnya satu hari sebelumnya, atau H1 tapi pagi pagi banget biar bisa nyiapin ini itu. Tapi yaudah lah gapapa yang penting sampe dengan selamat. H1 pimnas, semua LO sibuk pake banget (kalo bahasa sundanya mah riweuh hehe). Kita mondar mandir ngurusin name tag, persiapan registrasi, cek lokasi poster masing-masing tim, nyiapin rompi identitas panitia, mastiin ruangan presentasi masing-masing tim, dan cek ruangan yang bakal dijadiin basecamp nya UNY selama PIMNAS. Basecamp UNY ada di ruang kuliah A di Fakultas Pertanian. Awalnya aku gak tau dimana letak ruangan itu, karena emang gak pernah kuliah disitu hehe. Ditunggu-tunggu gak datang juga. Iri banget liat LO univ lain yang udah mondar mandir sama univ yang di LOin nya hehe maklum lah.. kebahagiaan seorang LO ya bisa bareng bareng sama tim yang di LOinnya dan memastikan semua keperluan terkait pimnas bisa berjalan lancar. Udah siang tapi tim UNY belum dating juga, padahal udah waktunya buat tech meet ketua tim, penyambutan di GWW dan temu BEM SI. Akhirnya tim UNY datang dan karena sedikit terlambat, jadi tanpa ke asrama dulu, ketua tim langsung ikut tech meet dan anggota lain ada yang naruh barang ke asrama, dan ada yang registrasi di CCR. Kasian banget liat mereka yang masih keliatan cape abis perjalanan jauh Jogja-Bogor langsung harus ikut rangkaian H1 PIMNAS. Aku dan Brian bagi tugas. Brian ngurus tech meet, aku ngurus registrasi. Setelah itu, anggota tim yang lain menuju ke asrama untuk istirahat dan naruh barang barang. Hari itu, aku juga kenalan sama dosen-dosen dari UNY, termasuk Pak Deni, dosen pembimbing tim yang aku LOin. Baik banget dosen-dosennya, dan kebanyakan masih muda-muda jadi enak diajak ngobrolnya. Sore harinya, setelah mereka istirahat sebentar, mandi dan makan, kita antar mereka ke ruang basecamp. Disanalah mereka latihan presentasi setiap harinya. Menurut aku, kontingen UNY super rajin. Setiap ada waktu luang, mereka secara bergantian latihan presentasi di ruang basecamp, dan ada dosen yang berperan sebagai komentator/juri nya jadi selalu dikasih masukan setelah presentasi. Salut!

Hari itu, kegiatan kami lalui sampai malam karena malam harinya mereka harus memasang poster sekaligus merakit alat untuk dipajang di depan poster. Waktu lagi masang alat, aku belajar banyak dari mereka. Karena mereka itu anak teknik elektro (kalo gak salah haha) jadi ya PKM nya terkait yang begitu-begitu (apa yaaa susah diungkapkan hehe jauh banget sama dunia teknologi pangan). Aku sok sokan ikutan masang alatnya, pake obeng, baut, dkk nya. Aku jadi tau kalo masang baut itu ada nomor-nomotnya biar gak ketuker. Trus obeng yang buat masanginnya juga ada ukurannya. Begituuu… wkwk.

Pokoknya salut banget sama tim PKM PEM yang aku LOin. Mereka dari nyampe di IPB sampe malem masih sibuk ngurusin ini itu sampe masang alat di depan booth, dan gak keliatan cape sama sekali. Yang ada kita ketawa-ketawa padahal udah malem, pokoknya kalian hebat! Saat itu, yang ada di pikiran aku “semoga mereka sehat terus dan bisa ngikutin kegiatan PIMNAS lancer sampe hari terakhir”. Setelah itu, aku anterin amin novi dan ama ke asrama putri (btw ada yang namanya sama kaya aku. Ama! Hehe).

Keesokan harinya, tiba saatnya presentasi! Huaaa gak nyangka banget kalo tim aku presentasi di hari itu. (jadi, H2 dan H3 pimnas itu dikhususkan untuk presentasi. Nah tim aku presentasi di H2). Awalnya aku gak tau kalo mereka presentasi. Jam 1 siang setelah jam istirahat aku turun ke lantai 1 CCR buat solat dzuhur (tim aku ada di lantai 2). Aku santai aja sambil ngobrol-ngobrol sama LO lain di mushola. Trus aku balik lagi ke lantai atas, dan ternyata pas liat layar TV di depan ruang kelas, ada tim aku lagi presentasi. Hampir aja ketinggalan momen berharga itu hehe. Jadi kita para LO Cuma boleh nonton dari layar TV yang dipasang didepan masing-masing ruang presentasi. Penjagaan di CCR cukup ketat, karena yang bisa masuk ke gedung CCR Cuma orang orang yang pakai name tag. Alhamdulillah tim PKM PEM presentasi dengan baik dan jawab pertanyaan dengan baik pula. Pagi hari sebelum presentasi mereka sibuk nge list pertanyaan beserta jawaban terbaiknya yang mungkin bakal muncul saat mereka presentasi. Padahal aku cuma jadi LO nya mereka (bukan anggota tim mereka), tapi gak tau kenapa ikut degdegan waktu liat mereka presentasi sambil gak brenti berdoa agar berjalan lancar. Dalam hati bilang saranghaeeee buat kalian hehehe.

Hari itu, rasanya seneng banget udah presentasi. Sore harinya kita ciwiciwi (aku, amin, novi, ama) keliling-keliling sambil foto-foto. Tapi cuma sempet keliling dosekitaran booth aja, gak sampe keliling IPB. Maaf ya…

Besoknya, H3 pimnas, karena udah presentasi dihari kemarin, jadi kita santai aja (tapi tetep harus hadir di kelas presentasi). Aku lupa waktu itu H3 ini kita ngapain yaaaa wkwk (maaf bener bener lupa). Besoknya lagi, aku udah mulai kuliah pembekalan praktikum terpadu (PT) sama temen temen seangkatan. Jadi gak bisa ngedampingin mereka. Hari itu, kontingen UNY pergi ke Kebun Raya Bogor bersama tim LO. Sedih gak bisa ikut. Padahal, aku aja yang kuliah di IPB sampe sekarang belum pernah masuk ke kebun raya bogor loh wkwkw sedih ya,,, tau isinya apa, Cuma belum pernah masuk. Asa gimanaaa gitu hehehe.

Hari puncak tiba! (hari puncak itu maksudnya hari dimana terdapat malam penganugerahan dan penutupan PIMNAS 29). Sore hari sebelum datang ke GWW untuk malam penganugerahan, kami menyempatkan diri untuk makan bakso bersama. Pak Deny (dosen pembimbing tim PEM) beberapa hari lalu mengajak kami untuk makan bakso bersama. Empat hari di bogor, Bapaknya udah tiga kali makan bakso di dua tempat bakso favorit di sekitar kampus. Ckck bapaknya emang fans bakso sejati! Kami janjian buat ketemuan di depan halte Fakultas Pertanian dan menuju ke tempat bakso bersama. Aku selesai kuliah jam 3 sore, sedangkan janjiannya jam 4 sore. Buru-buru balik ke kosan, bersih-bersih, solat, dan berangkat lagi. Aku kira mereka udah nungguin di halte, ternyata pas aku sampe disana mereka belum ada. Aku nunggu cukup lama sampe jam 5 sore mereka belum datang. Jujur aku kesel banget karena pas aku izin ke ketua LO buat makan bakso sama tim aku, diizinin asal jam 5 udah harus stand by di asrama lagi. Nah ini, jam 5 aja belum datang. Pengen nangis rasanya! Sebel!. Aku chat mereka, telponin mereka, biar cepetan karena waktunya mepet sama malam penganugerahan. Akhirnya jam 5 lebih dikit mereka sampe di halte, dan yang nyampe duluan malah yang cewenya. Aku sambil kesel nanya kemereka mana yang cowonya?. Trus aku telponin kak Huda dan Khoirudin buat cepetan lari kalo bisa. Sebenernya ngerasa bersalah banget sih kesel dan nyuruh mereka lari. Maafin yaa.. maaf banget L abisnya aku sampe diomelin sama senior LO gara-gara aku izin terlambat. Berasa dapet tekanan sana sini gitu. Padahal mah mau makan bakso doing ya Allah… wkwk penuh drama!. Akhirnya pas udah semuanya kumpul aku suruh mereka jalan cepet atau kalo bisa lari biar bisa cepet nyampe di tempat baksonya. Dan ternyata, Pak Deny udah nunggu disana. Pas disuruh mesen, aku nolak buat mesen karena udah gak mut gitu, aku bilang aja mereka harus makan cepet karena gak boleh telat datang ke GWW nya. Jadi, kalo salah satu tim telat, nanti tim LO dari kontingen itu bakal kena evaluasi semuanya. Aku takut kalo nanti temen-temen LO lain diomelin gara-gara aku. Walaupun aku nolak, ternyata tetep aja dipesenin baksonya, dan pak Deny nawarin berkali-kali. Ya Allah gak enak banget rasanya ditawarin terus sama dosen. Akhirnya dengan malu-malu (malu-maluin sih sebenernya) aku makan juga baksonya. Wkwkw (ini ngetiknya aja malu loh). Abis itu kita sempetin foto bareng. Sore itu lagi-lagi hujan turun. Aku seneng sih sebenernya kalo ujan, soalnya itu berarti acaranya bakal sedikit ngaret jadi tim aku bisa gak ketinggalan. Dan pas aku tanya, ternyata mereka udah bawa baju dan jas almamater untuk acara penganugerahan. Akhirnya aku bilang ke ketua LO kalo tim aku gak bisa kumpul di asrama, jadi langsung ke GWW aja (tempat makan baksonya deket banget dari GWW). Dan Alhamdulillah diizinin. Huft legaaaa. Tau gitu tadi aku gak usah drama kesel dan gak mau makan bakso ya. Malu-maluin aja wkwk. Setelah itu, aku ajak mereka ke toko oleh-oleh dan kemudian solat maghrib di mushola deket GWW dan setelah itu langsung menuju GWW. Sampai di GWW, tim lain belum datang jadi kita sempet foto-foto dulu sama mascot PIMNAS nya. Aku masih ngerasa bersalah gara-gara sempet kesel dan nyuruh mereka lari/jalan cepet biar gak terlambat. Padahal malah datang lebih awal. Kalo kalian baca tulisan ini, aku minta maaf yaaaa… hehehe

Malam itu, aku berdoa semoga tim PEM dapat hasil yang terbaik, mau menang atau tidak, mereka udah lakuin yang terbaik. dan gak terasa, itu adalah malam terakhir mereka ada di IPB karena esok harinya pukul 4 pagi mereka harus kembali ke Jogja. Amin Ama dan Novi sempat mengajak aku menginap di asrama bersama mereka, tapi esoknya jam 7 aku harus kuliah jadi aku menolak ajakan mereka. Sedih banget pisah sama meraka, padahal baru juga kenal 4 hari. Tapi mereka itu kalo di deskripsiin pake kata-kata, gimana yaaaa…. Ya begitulah #apasihwkwk

Hari pertama kami masih malu-malu, hari kedua mulai tukeran medsos, hari ketiga udah ketawa bareng gak karuan, hari keempat sempet bikin kesel tapi akhirnya gak kesel lagi, dan diakhiri dengan sedih-sedihan karena harus berpisah. Ya, begitulah kisah menjadi LO yang ada drama-dramanya dikit. Waktu mereka pulang, aku berdoa, semoga bisa dipertemukan lagi dengan mereka. Aaamiiin (bantu aminin yaa hehe)
di tempat beli oleh-oleh setelah makan bakso dan sebelum ke GWW (baju basah kena ujan)
Di grup chat, mereka bilang kalo aku sama brian mau ke Jogja harus ngabarin dan mereka siap jadi guide nya., yeeeey punya keluarga baru di Jogja hehehe. dan beberapa hari kemudian, tiba-tiba ada paket datang ke kosan. Paket dari Jogja. Dan pas dibuka…. Hmmm seneng banget dapet kiriman mug dari mereka yang ada gambar kita semuanya, termasuk pak Deny, aku, dan Brian. Makasih banyak yaaaa… makasih makasih makasih.
makasih banyak ya mug nyaaa hehe

Karena kita semua seangkatan (kecuali kak Huda dan Brian), aku mau ngucapin selamat dan semangat tugas akhirnya buat ama, novi, dan khoirudin. Sampai bertemu lagi ya.. selamat juga kak Huda atas kelulusannya! Cumlaude! Kakak bener-bener menginspirasi pokoknya! Semoga ilmunya berkah dan bisa membawa kebermanfaatan ya ka.. Selamat juga Novi atas pernikahannya… duh duh duh duluan aja nih novi. Hehe.. semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Aamiiin. (doakan yang lain segera menyusul ya wkwk). Dan buat Brian, partner yang super kocak (yang suka ilang mendadak dan pas ditanya abis dari mana jawabnya abis cukur rambut. Wkwk sempet sempetnya cukur rambut pas lagi pimnas), semangat semester 4 nya. Semoga lancar terus kuliahnya. Aaamiin.

Sekian cerita dari sayaaaa (saya?) hehe semoga bermanfaat. Dan maaf kalo banyak typo dan kata-kata ambigu atau sulit dimengerti.


Pak Deny sang penggemar bakso wkwk
Salam, Nuri Rachmayani :)
-Dramaga, 11 Maret 2017-

 

NURI RACHMAYANI Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea