Senin, 11 Juni 2018

Ramadhan tahun ini dan Shalat Tarawih di Panti Jompo

Diposting oleh nuri rachmayani di 08.54

Assalamu’alaikum teman teman semua. 
Apa kabar? Alhamdulillah udah masuk Ramadhan hari hari ke 26 (aku nulis postingan ini di malam 27 Ramadhan, biar gak ngantuk aku nulis blog. Jadi curhat kan hehehe ).
Aku mau sharing tentang pengalaman baru yang aku alami di Ramadhan kali ini. Alhamdulillah, Ramadhan kali ini aku diuji dengan cobaan yang jauh lebih berat dari Ramadhan sebelumnya. Itu artinya, Allah pengen aku naik tingkat, menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Aamiiin. kalau tahun lalu aku masih jadi mahasiswa, tahun ini Alhamdulillah aku udah lulus dan kerja. Itu artinya, kegiatan sehari-hari gak sesantai tahun lalu. Tahun lalu aku masih bisa tidur siang, jam 4 sore bisa masak dan nyiapin buka puasa, bisa lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, bisa nonton ceramah di TV, dan lain sebagainya. Tahun ini, masih sebagai anak kos, tapi aku gak bisa lagi tidur siang, buka puasa sering banget di kantor (buka pakai takjil, nanti selesai tarawih baru makan), udah gak pernah dengerin ceramah di TV, buka puasa dirumah sejauh ini baru 3 kali, dan masih banyak lagi hal-hal yang berubah.

Allah memang maha baik. Waktu tidur siangku diganti dengan bekerja yang InsyaaAllah lebih berpahala. Dengerin ceramah yang tadinya di TV, sekarang dengerin langsung dari ustadznya. Alhamdulillah, setiap ba’da sholat dzuhur berjamah, di kantor selalu ada kajian rutin. Kalo dulu, karena selalu buka puasa di kosan, jadi sholat maghribnya jarang berjamaah. Sekarang, karena sering buka di kantor, Alhamdulillah sholat maghribnya jadi lebih sering berjamaah. Jadi, kalau kalian ngerasa hidup kalian berubah, dan ngerasa keadaannya lebih buruk dari sebelumnya, positive thinking. Allah kan maha penyayang. Karena Allah sayang sama kita, jadi dikasih ujian biar kita naik tingkat, salah satunya dengan cara hidup kita berubah gak seperti yang kita inginkan.

Dan yang special dari tulisan ini adalah, Sholat tarawih. Tahun ini aku tinggal di Jakarta karena kerja disini. Kosanku deket banget sama Panti Sosial/ Panti Jompo. Selama bulan Ramadhan, setiap menjelang Isa, pintu samping panti jompo dibuka, dan mempersilahkan warga sekitar untuk sholat tarawih di masjid panti jompo. Awalnya aku diajak sholat disana oleh teman kosanku. Saat itu aku terharu banget liat susana disana. Sebenernya aku pengen bikin tulisan ini sejak pertama sholat tarawih disana. Aku pengen sharing ke temen-temen tentang betapa berharganya waktu. Jadi gini, disana, hampir semua jamaah sholat adalah kakek-kakek dan nenek-nenek. Hanya sebagian kecil warga sekitar. Hari pertama aku sholat disana, aku agak kaget bercampur kagum. Banyak jamaah yang sholat sambil duduk. Ada yang duduk di bawah, ada yang memakai kursi. Saat pertama kali datang di masjid itu, ketika sedang menunggu adzan Isa, nenek disebelahku mengajak aku bicara sampai akhirnya nenek tersebut bilang “nenek sudah tua, buat jalan aja susah, kaki nenek sakit. Alhamdulillah nenek masih bisa ikut sholat tarawih”. Jelas sekali nadanya bergetar tapi juga terpancar semangat dari raut wajah nenek. ketika selesai solat, terlihat mereka berjalan sambil mengenakan tongkat, dituntun, kakinya ada yang bengkak sebelah, bahkan ada yang bengkok sehingga sangat sulit berjalan walupun mengenakan tongkat. Aku yang jauh lebih muda merasa malu dengan semangat kakek dan nenek tersebut. Setiap lihat ke kanan dan kiri, aku berfikir, mungkin kelak aku akan memasuki umur seperti mereka (semoga Allah memberi umur panjang. Aaamiiin). Tapi, apakah kelak aku akan se-semangat mereka? Harus! InsyaaAllah. Tapi yang harus difokuskan adalah masa yang sekarang sedang aku jalani, karena bisa saja umurku tidak sampai setua mereka. Ya, sekarang, di umur 22 tahun, aku harus jadi anak muda yang semangat dalam beribadah. Masa muda tidak akan terulang. Aku gak mau kalau sampai 10 atau 20 tahun kemudian, ketika aku mengingat-ingat masa muda, aku menyesal. Jangan sampai. Allhumma Ba’idna yaa Allah. 

Temen-temen yang baca tulisan ini, pernah gak sih temen-temen ketemu nenek atau kakek yang ketika kita sapa, dia tersenyum. Indah sekali kan? lalu ketika mereka hendak ke masjid, mereka mengenakan tongkat, susah payah, tapi gak malas malasan. Nah kita, yang masih muda, masih seger, masih sehat, tapi sering banget malas-malasan. Gak dipungkiri, aku juga masih begitu. Makannya, yuk mulai sekarang kita lebih semangat dalam menjalani hidup ini. Semangat beribadah pada Allah. Semangat dalam melakukan kebaikan-kebaikan, apapun bentuknya, selagi itu baik, jalani dengan ikhlas dan niatkan ibadah. Bismillah, semoga kita bisa jadi manusia yang kelak ketika kita sudah tua atau bahkan telah tiada, kita tidak akan menyesali masa muda yang terbuang sia-sia. Bukan, aku bukan ingin mengajak teman-temen untuk jadi orang yang banyak dikenal karena sering melakukan kebaikan, bukan. Aku ingin mengajak teman-teman untuk menjadi generasi muda yang baik, berilmu dan berakhlak, menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Karena pada dasarnya, yang penting itu bukan berapa banyak tepuk tangan yang kita dapatkan, melainkan berapa banyak kebermanfaatan yang kita bagi pada orang lain, itulah tujuan kita. Mungkin ini cara Allah menyadarkan aku untuk menjadi lebih baik, dengan cara dipertemukan dengan kakek dan nenek di panti sosial ketika sholat Tarawih. Dan mungkin ini cara Allah menyemangati teman-teman, dengan car abaca tulisan ini. Aaamiiin ..

Dan sampai malam ini, Alhamdulillah aku masih bertemu dengan kakek-kakek dan nenek-nenek disana ketika sholat tarawih, dan mereka masih bersemangat. Masyaa Allah, Alhamdulillah.

Nulis ini, bukan berarti aku udah baik ya, karena akupun masih belajar. Belajar mengendalikan diri biar gak males-malesan, belajar jadi pribadi yang lebih baik. Dan Insyaa Allah aku nulis ini bener-bener untuk nyemangatin diri dan juga  temen-temen yang baca. Aku suka baca ulang tulisan-tulisan yang pernah aku posting sebagai pengingat dan untuk me-refresh semangat. Kelalaian yang lalu biarlah berlalu dan jadikan evaluasi diri agar tidak terulang. Allah maha pengampun dan maha penyayang. Bismillah, yuk jadi lebih baik. Gogogo! Cayooooo…. hehehe

Wassalamu’alikum :)

Jakarta, 11 Juni 2018
Salam, Nuri

0 komentar:

Posting Komentar

 

NURI RACHMAYANI Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea