Assalamu’alaikum
Hai semua.. apa kabar? Semoga
dalam keadaan sehat dan bahagia ya.. Aaamiiin
Udah lama aku gak nulis
blog. Hehe aku lagi berjuang ngembangin channel YouTube aku dengan rutin upload
1 video perminggunya. Harusnya aku juga upload tulisan di blog 2 minggu sekali,
tapi belum terlaksana. Mohon doanya ya biar konsitsen dan seimbang antara
Youtube dan Blog. Kenapa aku ngeblog dan ngeYouTube? Simple. Karena aku suka.
Menurutku, selagi itu positive, apalagi kalo menyenangkan dan aku suka, kenapa
enggak? Hehe. Karena ketika tua nanti mungkin video dan tulisanku bisa jadi
inspirasi untuk anak dan keluargaku kelak. Aamiiin.
cinta…
tak
ada satupun insan, yang mampu menolaknya
cinta…
cukup
dirasakan, tak perlu dimiliki
biarlah
cinta datang diwaktu yang tepat, saat dua insan halal tuk bersama
biar
Tuhan pilihkan yang terbaik untukmu
yang
harus kau lakukan jadilah wanita hebat
wahai
muslimah kau terlalu indah, kau terlalu
berharga, untuk kekasih yang belum pastiii
jadilah
seperti bintang bersinar dikegelapan
jadilah
emas yang berharga
Yup…
kurang lebih itulah lirik lagu Bella Almira yang sampe sekarang masih suka kunyanyiin
hehehe. Selain lagunya enak, liriknya juga bagus.
Ngomongin
cinta emang selalu jadi topik yang menarik dikalangan masyarakat, terlebih anak
muda. Bukan, bukan cinta terhadap orang tua, tapi cinta terhadap seseorang yang
belum jadi mahramnya.
Sebagai
perempuan, secara manusiawi akupun pernah punya rasa itu, tapi lebih sering aku
pendam karena takut kecewa. Dulu aku belum paham kenapa kita harus menahan
diri. Yang aku tau, aku menahan diri agar disayang Allah. Ya, sebatas itu. Tapi
ternyata, justru menahan diri itu sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri.
Menjaga kita, melindungi diri kita, dan mengajarkan kita tentang apa itu sabar.
“Menikah”.
Selalu jadi bahan perbincangan seru dikalangan remaja. Terlebih jika sedang
banyak tugas, banyak masalah, dengan mudahnya banyak orang mengatakan “adek
lelah, nikah aja boleh gak?” seakan-akan menikah itu sebuah jalan untuk lari
dari tanggung jawab yang harus diselesaikan. Hmmm itu nanti aja deh dibahasnya.
Sekarang
aku mau fokus bahas tentang “Ketika dia
mendekat”
*jadi
udah sepanjang ini baru intro? Wkwkkwkwk tenang saudara-saudara
Q
:
Kalian yang perempuan, pernah gak ada laki-laki yang datang mendekati kalian?
*Ini bukan
talkshow yang ketika aku tanya penonton bisa langsung jawab. Jadi ya kalo
disini aku tanya dan aku sendiri juga yang jawab. Hehhe. Ok gapapa.
A
: Pernah
Q
: Dari
tiap-tiap yang datang mendekat, caranya beda-beda gak?
A
: Iya
beda-beda. Ada yang modus, ada yang pelan-pelan, ada yang mulai dari titip
salam ke orang-orang terdekat, ada juga yang caranya panjang dan sabar banget udah dicuekin tapi tetep aja
berjuang mendekat.
Q
:
Trus gimana?
A : Gimana
apanya? Ya gak gimana-gimana. Seberjuang apapun dia, kalo caranya salah ya gak
akan berkah. Dan kalo bukan jodoh ya cuma bakal jadi “bumbu” dalam kehidupan.
Nah!
That’s the point!
Seberjuang
apapun seseorang laki-laki mendekati perempuan, kalo caranya salah (dengan
modus, ngajak pacaran, teman tapi bukan teman, dll), ya gimana Allah mau Ridho.
Dan seberjuang apapun juga, kalo bukan jodoh, ya hanya akan menjadi “bumbu”
dalam kehidupan.
Beberapa
kali aku sharing dengan teman-teman perempuan, tentang “laki-laki”, ada hal
penting yang aku tangkap yaitu “perempuan ingin dihargai”. Bukan dihargai
dengan cara selalu disanjung, selalu dibenarkan walaupun salah, bukaaaan.
Maksudnya dihargai tuh gini, ibaratnya, ketika kalian beli barang, si barang
akan lebih bahagia kalau kalian memeriksa dan kepoin dengan cara yang baik,
kalian bernegosiasi ke pemiliknya langsung, kalo cocok baru dibeli. Bukan
dengan cara di otak atik dulu barangnya, dibawa-bawa dulu baru kalo cocok
dibeli dan kalo gak cocok ya dibalikin lagi ke tokonya. Bukan kaya gitu. Naaah
si barang itu ibarat perempuan dan di pemiliknya ibarat orang tua/wali
perempuan. Jadi intinya perempuan akan lebih merasa dirinya dihargai ketika
laki-laki datang dengan cara yang baik. Emang kalian (laki-laki) mau beli
barang yang udah diotak-atik sama orang lain, yang kualitasnya kurang baik
karena sudah berpindah tangan, dll. Nggak mau kan?
Itu
yang aku tangkap setelah beberapa kali sharing dengan teman-teman.
Terkadang
aku suka mikir, Allah kan maha adil. Jodoh kita merupakan cerminan diri kita.
Kalau kita baik (atau mencoba untuk terus menuju baik), InsyaaAllah jodoh kita
disana juga adalah orang yang baik (atau sedang mencoba untuk terus menjadi
baik). Nah, kalo kita (perempuan) seneng digombalin laki-laki yang bukan mahram
kita, emang kalian rela kalo nanti jodoh kalian adalah orang yang suka gombalin
perempuan-perempuan diluar sana?. Yang kalo ada perempuan cantik dikit, follow…buka
akunnya, scroll fotonya sampe habis.
-_-
Trus
ada yang bilang “gapapa aku kan pacaran dengan niat serius mau nikah sama dia”.
Pertanyaannya, emang kamu yakin kalo kalian berjodoh? Jodoh itu sudah Allah
tetapkan sejak kita 4 bulan dalam kandungan ibu kita, dan menjadi rahasia
Ilahi. Dan kalaupun kalian memang berjodoh, tapi gini. menikah itu kan “untuk
menyempurnakan agama”. Masa mau menyempurnakan agama dengan proses yang
dilarang Allah? Yakin? Pernah denger gak kalo segala hasil itu bisa dilihat
dari prosesnya. Kalo prosesnya baik, hasilnyapun baik dan berkah. Kalo
prosesnya gak baik, ya mungkin aja sih hasilnya baik sesuai harapan, tapi
apakah berkah? Hmmm coba pikir lagi.
Jadi
gimana ketika dia mendekat? Kalian pasti
tau jawabannya :)
Selamat
malam minggu, semoga weekendmu tetap produktif
*Sssssttt tulisan ini juga untuk aku pribadi biar selalu ingat, terlebih kalo iman lagi
turun. Dan akupun banyak salah, makannya aku nulis ini biar yang baca gak banyak
salah kaya aku. Dan biar kalo nanti disurga kalian gak liat aku kalian bisa ingat dan cari
aku biar aku juga ikut masuk surga :’)
Salam,
Nuri
Ceritanya menarik
BalasHapusMasih banyak yang belum paham caranya kak, karna itu terlalu abstrak dan banyak orang yang liatnya dari sudut pandang yang beda juga. Btw, visit blog aku juga ya, thanks sebelumnya :)
BalasHapus